Showing posts with label pgri. Show all posts
Showing posts with label pgri. Show all posts
Monday, August 31, 2020
Monday, August 10, 2020
Organisasi Guru Terbesar dan Solid adalah PGRI
Organisasi Guru Terbesar dan Solid adalah PGRI.
Saya bersyukur diundang dalam rapat pengurus PGRI seluruh Indonesia. Mbak Tia dan mbak Inda mengirimkan undangannya melalui Wa.
Awalnya saya mengira undangan ini biasa biasa saja. Pertemuan rutin biasa yang dilakukan organisasi besar seperti PGRI.
Namun setelah menyimak kegiatan rapat dari pagi hingga sore hari, saya menemukan sebuah gerakan yang luar biasa dari para guru Indonesia.
Dari Aceh hingga Papua ada. Setiap provinsi ada perwakilannya. Inilah profil guru penggerak yang sesungguhnya. Mereka hadir tidak dibayar dan bekerja dengan penuh solidaritas tinggi. Pengurus PGRI tidak ada yang digaji. Semua bekerja untuk kemajuan negeri. Mereka banyak memberikan contoh untuk berprestasi.
Izinkan saya membungkukkan badan dan memberi hormat ala orang Jepang. Di sinilah saya bertemu dengan para guru tangguh berhati cahaya. Guru yang pantang menyerah agar Indonesia tetap jaya.
Rapat dibuka oleh ibu Fat dan kemudian dialnjutkan oleh pak Sekjen PB PGRI. Saya biasa memanggil pak Ali Rahman dengan sebutan Kyai. Sebab beliau pantas mendapatkannya.
Suatu ketika kami diundang kemdikbud untuk membahas tentang perlindungan guru. Kami sekamar malam itu dan banyak ilmu dalam berorganisasi saya dapatkan.
Setelah pak Kyai membuka dan menyapa kawan kawan pengurus PGRI, tibalah saatnya ibu ketua umum PB PGRI menyapa dan memberikan arahannya.
Point point penting yang beliau sampaikan sangat sistematis dan komprehensif. Untunglah saya tidak mengajar hari ini sehingga bisa bergabung dalam rapat hari ini mewakili APKS PGRI. Sebuah lembaga organisasi yang terus menerus kami kembangkan di PGRI.
Dialog dengan bu ketum sangat singkat karena dibatasi oleh waktu. Pukul 10.00 wib kita harus sudah pindah link ke zoom KPK.
Awalnya saya pikir ini pertemuan biasa biasa saja. Namun pertemuan ini semakin seru hingga molor sampai pukul 12.30 wib. Diskusi yang hangat dengan litbang KPK sudah saya tuliskan kemarin langsung di kompasiana.com/wijayalabs.
Pagi ini saya merenung tentang perjalanan saya berorganisasi. Saya bersyukur dapat bergabung di PGRI dan berkenalan dengan para pengurusnya yang arif dan bijaksana. Dari mereka saya belajar banyak.
PGRI adalah organisasi guru terbesar dan solid. Suaranya sangat diperhitungkan oleh pemerintah. Presiden Jokowi dan para menterinya sangat dekat dengan PGRI dan hal itu saya ketahui setelah bertemu beberapa kali dengan beliau di acara PGRI.
Sekarang ini banyak sekali organisasi guru. Kita bisa memilihnya sesuai hati nurani. PGRI selalu di hati dan akan kubawa sampai mati.
PGRI abadi tetap mempersatukan diri dan ikut membangun kekuatan negara. Bait syair lagu mars PGRI begitu menghunjam kalbu. Semoga PGRI semakin solid dan terus berjuang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Salam Blogger persahabatan
Omjay, Guru Blogger Indonesia
Saturday, August 8, 2020
internet gratis
Internet Gratis
Menarik sekali diskusi online di berita satu bersama Prof Wardiman mantan Mendikbud di era orba dan Pak Dudung AQ dari PB PGRI.
Pak Wardiman mengatakan bahwa listrik PLN saja bisa digratiskan, seharusnya internet juga bisa digratiskan untuk orang orang tidak mampu.
Sementara pak Dudung mengatakan bahwa PGRI telah melakukan tindakan agar pembelajaran tetap menyenangkan di era covid-19 dengan pembelajaran daring dan luring. Semuanya dikemas dengan baik melalui kegiatan APKS PGRI dibawah koordinadi smart learning and character center Atau SLCC yang dikomandoi Prof. Eko Indrajit.
Guru seharusnya mampu menciptakan pola pembelajaran yang efektif dari rumah dan puluhan guru sudah menuliskannya dalam buku yang sebentar lagi akan diluncurkan oleh Ikatan guru TIK PGRI.
Dua dirjen kemdikbud sudah memberikan kata sambutan dan mantan Mendikbud Prof. Wardiman juga sudah memberikan sambutannya.
Apa yang beliau sampaikan di berita satu sebagian ada dalam buku menciptakan pola belajar yang efektif dari rumah.
Untuk lebih lengkapnya, anda bisa menonton diskusinya di link berikut ini.
Thursday, July 30, 2020
Rahasia Menulis Mudah Bagi Pemula
RAHASIA
MENULIS MUDAH BAGI PEMULA
Sebuah Kata Pengantar dari Guru Blogger Indonesia
Sebuah tulisan akan enak dibaca jika
tulisan memiliki 'ruh' atau 'jiwa'. Cara
terbaik memberikan ruh adalah sebagai penulis, anda harus tahu dalam satu
kalimat, hal apa yang ingin anda sampaikan kepada pembaca. Sebuah buku yang
tebalnya berlembar-lembar pun pada
akhirnya punya satu tema besar yang ingin disampaikan. Hal itulah yang saya
baca dari buku karya ibu Safitri Yuhdiyanti.
Buku Rahasia
Menulis dengan Mudah Bagi Pemula dapat terwujud, adalah buku resume yang dihasilkan
saat era pandemi Covid-19 dari sebuah grup pelatihan Belajar Menulis Online Gelombang 9 bersama Bapak Wijaya
Kusumah, M.Pd. Selama 30 kali pertemuan
kuliah online, para peserta dipertemukan dengan para penerbit buku dan narasumber
luar biasa yang sudah menghasilkan
banyak karya.
Sebelum menulis alangkah baiknya kita
membuat blog terlebih dahulu supaya kita fokus dalam menulis dan penyimpanannya
juga rapi (tidak tercampur dengan konten lain). Blog juga memiliki fitur menu
kategori tulisan sehingga memudahkan mengeksplor isi blog. Selain itu menulis di blog lebih enak dari
pada di facebook, karena tulisan akan mudah dicari walaupun sudah puluhan
tahun.
Menulis adalah suatu keahlian. Tidaklah mudah bagi setiap orang untuk
menuangkan semua yang ada di pikirannya dalam bentuk tulisan. Tentunya bagi penulis yang ingin bisa menulis dan menerbitkan buku,
maka membaca adalah adalah salah satu vitaminnya. Menulis merupakan sebuah
proses yang lambat laun kita akan menyukai tulisan kita sendiri.
Omjay mengingatkan agar kita kembali meluruskan niat untuk
menulis hingga dapat diterbitkan menjadi sebuah buku. Sebuah motivasi awal yang Omjay sampaikan sebelum menyampaikan
materi. Selama ada kemauan di situlah ada jalan dan bukan hanya sertifikat
40 jam yang kita kejar tapi semua peserta dapat menerbitkan buku ber-ISBN.
Bagi penulis pemula tentunya akan merasa gagap saat mau mengawali
merangkum materi. Solusinya adalah
supaya kita saling membaca dan memuat tulisan para peserta di grup ke dalam
blognya. Hal ini diperboleh asalkan
tetap mencantumkan sumbernya. Sebagai
seorang blogger tentunya ada sesuatu yang tidak menyenangkan yaitu di saat tulisan kita diambil orang lain tanpa mencantumkan nama kita.
Pesan Omjay supaya terus saja menulis.
Mulailah menulis yang ringan-ringan saja. Berawal dari menulis 3
alinea. Alinea pembuka yang memikat hati
pembaca. Alinea isi yang terurai
sistematis dan alinea penutup yang membuat orang lain tercerahkan. Menulis
adalah suatu keterampilan yang bisa dilatih dan diajarkan. Ibarat pisau yang harus selalu diasah supaya
tajam saat digunakan.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay, Guru Blogger Indonesia
Wednesday, July 29, 2020
Meraih mimpi dari ngeblog
Kata Pengantar Omjay, Guru Blogger Indonesia
Meraih mimpi dari ngeblog adalah sebuah buku yang
dibuat oleh ibu Maryuni Puji Rahayu. Judulnya sangat menarik hati saya sebagai
guru blogger. Sebab saya sudah mulai mewujudkan mimpi-mimpi ini menjadi nyata.
Semua diawali dari mulai membuat blog dan komitmen untuk mengelolanya dengan cara
menulis setiap hari.
Judul buku yang baik, antara lain: mampu
mencuri perhatian pembaca, mencerminkan
tema atau arah tulisan, sehingga bisa menjadi semacam miniatur isi
keseluruhan tulisan, ringkas
dan padat. Itulah sedikit materi yang saya dapatkan dalam buku
yang menginpirasi ini. Saya perlu waktu selama dua hari untuk melumatnya sampai
habis.
Saturday, July 25, 2020
Kata Pengantar Buku Karya Ibu Anis Wardani
KATA Pengantar Guru Blogger Indonesia
Wijaya Kusumah (Omjay)
Membaca buku belajar menulis gratis bersama
Omjay dan kawan kawan karya ibu Anis
Wardani yang berasal dari kota Ngawi Jawa Timur ini, membuat Omjay terharu.
Wanita kelahiran 9 Juli 1967, dan pernah kuliah di program sarjana S-1 FPMIPA
jurusan Kimia IKIP Yogyakarta mampu membuat buku ini sangat menarik. Saat ini beliau
mengajar Kimia di MAN 2 Kulon Progo Yogyakarta dan sangat aktif dalam kegiatan
belajar menulis online di WA Group PGRI.
Sunday, July 19, 2020
Menjadi Blogger Inspiratif dan Kreatif bersama Kang Arul
Pagi ini, Minggu, 19 Juli 2020 Pukul 10.00 WIB, kang Arul berbagi ilmunya kepada kawan-kawan guru blogger di WA Group Konferensi Guru Blogger PGRI. Beliau mengelola blog https://www.dosengalau.com/.dan Youtube Dosen Galau TV.
Bagi yang mau lihat dan nonton channel youtube di https://youtu.be/XCUdUkmQhkM
Hari ini saya mencoba membagi pengalaman menjadi konten kreator dalam kepenulisan. Memang agak sedikit teori, namun mudah-mudahan bisa diambil manfaatnya.
Saturday, July 18, 2020
Kata Sambutan Bapak Hamid Muhammad Untuk Buku Menciptakan Pola Pembelajaran Efektif dari Rumah
Sambutan
Plt. Direktur Jenderal
Pendidikan
Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud
Pandemi
global Covid-19 memberi tantangan baru pada dunia pendidikan di seluruh dunia,
termasuk Indonesia. Kondisi ini disikapi dengan beragam upaya dan solusi, mulai
dari penerbitan regulasi hingga panduan pembelajaran yang disampaikan melalui
media cetak, daring, dan seminar-webinar virtual. Banjir informasi di dunia
maya di satu sisi memberi perspektif baru dalam menyelesaikan persoalan, namun
di sisi lain menimbulkan kegamangan dalam implementasinya.
Kata Pengantar Dirjen GTK Kemdikbud Untuk Buku Menciptakan Pola Pembelajaran Efektif dari Rumah
Kata Pengantar Dirjen GTK Kemdikbud
Untuk Buku Menciptakan Pola Pembelajaran Efektif dari
Rumah
Pandemi ini mengingatkan diri kita akan pentingnya
menjaga kebersihan, memberikan semangat kebaikan, dan membagikan ragamnya
pengalaman. Semua didorong untuk menjadi suri tauladan agar kita bisa bersama-sama
menghadapi masa-masa depan.
Masa pandemi ini benar-benar masa yang sangat sulit. Pada
saat ini data menyebutkan lebih dari 90% populasi siswa global atau lebih dari
1,3 milyar murid dan siswa harus belajar dari rumah, (UNESCO, 2020). Situasi
dimana hampir satu generasi di dunia terganggu pendidikannya. Sistem pendidikan
dan sekolah terkena dampak langsung dan harus ditutup. Ini kondisi yang sangat
luar biasa dan sangat tidak mudah. Semua guru dipaksa untuk mendadak PJJ dan
siswa BDR.
Kondisi ini membuat kita mungkin sering merasa tidak
berdaya. Ada opsi menyerah, ada opsi mengeluh, tapi juga ada opsi untuk terus
bangkit dan berjuang. Kita yakin, kita tetap bisa memberikan pembelajaran yang
terbaik dan menarik untuk murid-murid kesayangan kita semua.
Sudah banyak upaya sadar yang dilakukan oleh para orang
tua, guru, dan para pemangku kepentingan untuk terus berinovasi di tengah
situasi yang sangat kompleks ini. Misalnya meningkatnya keterlibatan orang tua
dalam mendampingi anak saat belajar dari rumah mulai dari memberikan motivasi,
menemani belajar, membantu menjelaskan pelajaran, sampai melakukan komunikasi
dengan guru.
Ribuan webinar atau pelatihan daring telah diikuti oleh
para ratusan ribu bahkan jutaan guru Indonesia serta banyaknya aksi kolaborasi
antar komunitas pendidikan. Reaksi bersama terhadap pandemi ini adalah sebuah keteladanan
demi anak-anak kita, murid dan siswa kita.
Apa yang dilakukan oleh Bapak Wijaya Kusumah
dan 47 Orang Pendidik untuk menulis pengalaman dan pengetahuannya tentang Menciptakan
Pola Belajar Efektif Dari Rumah dalam menyambut hari pendidikan nasional adalah
langkah nyata bahwa guru bisa terus belajar dan berbagi. Inisiatif ini telah
menghimpun energi positif dalam merespons tantangan, sehingga semua merasa
berdaya dan memberdayakan yang lainnya. Ini adalah bukti bahwa pandemi ini
tidak membuat kita berhenti untuk menciptakan ruang interaksi, kolaborasi dan
kreatif bersama seluruh guru dan pemangku kepentingan di manapun kita berada.
Tentunya, apapun kondisi saat ini atau nanti, kita
sepakat bahwa kita harus terus berpihak kepada murid, terus belajar dan
berbagi. Semoga semangat gotong royong yang menjadi nilai luhur bangsa Indonesia menjadi kekuatan kita dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa pandemi ini.
Kita harus percaya bahwa perubahan itu bisa terjadi saat
kita bekerja bersama-sama. Mari kita saling bergandengan tangan, berinovasi,
dan bergerak bersama untuk masa depan
anak-anak Indonesia.
Iwan Syahril
Direktur
Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Saturday, July 11, 2020
Kata Pengantar Buku Belajar Dari Rumah di Era Pandemi Covid-19 karya Safitri Yuhdianti
Kata Pengantar Guru Blogger Indonesia
Wijaya Kusumah S Pd,
M Pd (Omjay)
Semalaman saya menghabiskan buku
karya ibu Safitri Yuhdiyanti. Seorang guru kreatif yang mengajar di Taman
kanak-kanak. Beliau aktif
sebagai PNS di TK Negeri Pembina Bobotsari, anggota PGRI, Sekretaris IGTKI-PGRI
Kec. Bobotsari Tahun 2018-2022, Juga Kepala Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan PD
SALIMAH PURBALINGGA sampai sekarang.
Membaca bukunya membuat saya membayangkan, betapa
sulitnya mengajar anak TK di masa wabah corona yang semakin merajalela. Tentu
dibutuhkan kreativitas guru dalam menciptakan pola belajar yang efektif dari
rumah.
Belajar dari rumah di era pandemi covid-19 membuat ibu
Safitri Yuhdiyanti tergerak untuk menyusun buku pertamanya dari hasil belajar
menulis bersama omjay dan kawan-kawan di WA Group guru menulis PGRI. Selama 20
kali pertemuan mereka menyimak dan membaca semua materi yang diberikan oleh para
narasumber hebat Indonesia. Peserta dilatih menulis dan menerbitkan bukunya.
Semakin merebaknya pandemi Covid-19 di seluruh dunia, telah berdampak luas
terhadap berbagai bidang kehidupan. Termasuk juga bidang pendidikan yang
mendadak harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pembelajaran pun
mengalami disrupsi, yang semula model tatap muka menjadi model jarak jauh. Dalam kondisi ini,
guru berperan untuk membantu murid menghadapi ketidakpastian yang disebabkan
oleh pandemi ini. Kita belajar dari Corona. Belajar dari rumah menjadi salah
satu pilihan yang tak bisa terhindarkan. Di sinilah kreativitas seorang guru
teruji, apalagi mengajar anak TK.
Buku yang bagus ini merupakan rekam jejak sejarah dunia
pendidikan kita. Di dalamnya sangat lengkap
tertulis pengalaman kegiatan belajar dan mengajar dari rumah. Hal yang sangat
luar biasa bagi saya adalah buku ini ditulis oleh seorang guru TK terhadap anak
didiknya. Banyak cerita menarik dan menjadi kenangan dalam belajar yang membuat
anda tersenyum. Selamat melumat habis buku ini!
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Thursday, June 18, 2020
Peran Guru Dalam Mensukseskan Pendidikan Jarak jauh
Sore hari ini, Kamis, 18 Juni 2020, PGRI mengadakan kegiatan Konferensi Virtual Blogger PGRI. Tujuan utamanya adalah untuk merangsang semua anggota PGRI agar mampu menulis di blog dan mengelola blognya dengan baik. BIASanya kegiatan dilaksanakan di gedung guru INDONESIA.
Kegiatan ini dilakukan secara virtual karena melihat situasi yang terjadi saat ini. Dalam kegiatan ini pun menampilkan pembicara-pembicara yang hebat yaitu Bapak Muhamad Yahya dari Kalimantan Timur, Ibu Sri Sugiastuti atau kita kenal dengan panggilan ibu kanjeng, Bapa Dedi Dwitagama, dan Bapak Namin AB Solihin. KEEMPATNYA adalah BLOGGER TERNAMA INDONESIA, JUGA PARA PEMBICARA NASIONAL..
Acara dipandu oleh host yang handal yaitu OmJay. GURU BLOGGER INDONESIA yang suka humor. BELIAU membawakan acara dengan sangat riang gembira. Peserta sangat menikmati acaranya.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh Om Jay dilanjutkan dengan memperkenalkan tujuan kegiatan dan para nara sumber.
Nara sumber pertama yaitu bapak Yahya menyampaikan materi tentang Pelaksanaan Pembelajaran jarak jauh. Beliau menyampaikan bahwa pembelajaran jaraj jauh itu memerlukan steakholder yang tangguh yaitu antara Guru, siswa, dan orang tua. Jika salah satu tidak berperan optimal maka hasil yang diperoleh tentunya tidak akan maksimal.
Alhamdulillah kegiatan konferensi guru Blogger Indonesia dapat berjalan dgn lancar dan dapat dilihat siaran ulangnya di
Adapun pendekatan yang dapat kita lakukan ada dua yaitu
1. pendekatan tatap muka virtual
2. Pendekatan LMS
Semua pendekatan harus melakukan beberapa tahapan diantaranya:
a. persiapan
b. pelaksanaan
c. penyelesaian
Semua kegiatan tersebut harus dilakukan bersama antara guru, siswa, dan orang tua. Semua pihak harus bersinergi untuk melakukan kegiatan pembelajaran dengan sungguh-sungguh agar tujuan pembelajaran tercapai dengan tuntas dan bisa melanjutkan ke materi selaljutnya.
Pembiacara kedua adalah Ibu Sri Sugiastuti, beliau memaparkan bahwa guru itu harus mampu menulis. Salah saru media yang dianjurkan beliau adalag blog. Beliau mengutarakan pengalaman ngeblognya yang menghasilkan beberapa karya yaitu buku. beliau memberikan tips bahwa kita semua harus mempunya pprinsip bahwa menulis itu satu kebutuhan bukan satu kewajiban.
Pembicara yang ketiga adalah Bapak Dedi Dwitagama, beliau memaparkan bahwa dalam menulis di blog kita harus dengan hati sehingga dapat menuangkan ide-ide menjadi tulisan yang cemerlang. Kita guru harus berada diatas rata-rata sehingga jika kita punya target seperti itu maka kita akan terdorong untuk memanfaatkan waktu kita untuk diisi dengan hal yang bermanfaat baik bagi diri sendiri ataupun orang lain.
Pembicara yang keempat adalah bapak naim, beliau lebih menekankan bahwa walaupun proses belajar mengajar kita lakukan secara virtual tetapi harus dengan hati yang nyata. Beliau menganjurkan bahwa walau kita tidak tatap muka dengan siswa tetapi hendaknya berpakaian selalu rapi dan berbicara dengan intonasi dan gestru tubuh yang baik sehingga siswa dapat merasakan bahwa kita sedang berada dengan mereka.
Kegiatan malam ini ditutup dengan tanya jawab, pengisian daftar hadir dan kesimpulan dari masing-masing penyaji. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita khususnya dan bagi masyarakat umumnya. Mereka harus menyadari bahwa kegiatan pembelajaran adalah milik bersama yang harus dikerjakan dengan kerja sama yang baik.
Berikut ini rekaman dokumentasi kegiatan konferensi nasional guru blogger PGRI tahun 2018.
Berikut ini rekaman dokumentasi kegiatan konferensi nasional guru blogger PGRI tahun 2018.
Saturday, May 30, 2020
Satu Jam Bersama Iwan Syahril, Dirjen GTK Kemdikbud
Senang rasanya ketika saya bisa berkomunikasi langsung dengan pak Dirjen GTK Kemdikbud yang rendah hati. Beliau pernah menjadi guru dengan honor Rp.64.000. Pernah jadi guru di daerah 3T. Ayahnya juga seorang guru, sehingga darah guru mengalir dalam dirinya.

Awalnya saya kesal juga. Sebab ketika silahturahim secara online lewat Zoom, tidak bisa berkomunikasi langsung dengan beliau. Acara berlangsung dari pukul 11.30-13.30 wib. Banyak sekali perwakilan organisasi guru yang ingin bicara. Saya tak sempat kebagian bicara. Saya pasrah saja. Kalau sudah waktunya pasti akan bertemu juga. Kemudian saya hanya mengisi link ini saja https://bit.ly/3eAU9fn.

Perwakilan organisasi profesi guru sangat senang bersilaturahim dengan pak Dirjen yang rendah hati ini. Luar biasa Pak Dirjen. Kami sangat senang. Khususnya bapak berkali-kali menyebut keberagaman, sehingga kebijakan yang akan diambil bisa mengayomi semua pihak, dengan keberagaman tersebut. Juga mengutip dari tulisan Ki Hadjar Dewantoro. Mengingatkan kita satu Indonesia. Kalimat inilah yang ditulis oleh Ki Saur dari taman Siswa.

Sebelum acara silahturahim, saya beranikan diri menghubungi beliau lewat WA, dan alhamdulillah diberi kesempatan wawancara dengan beliau pukul 19.00-20.00 WIB. Kegiatan beliau padat sekali hari ini lewat vicon. Alhamdulillah beliau memberikan balasan dengan tulisan di bawah ini.

"Akhirnya, semua upaya peningkatan kualitas guru dan pemimpin sekolah haruslah berpijak pada prinsip bahwa semua guru yang mengabdi harus mendapatkan penghasilan yang layak. Tidak boleh ada guru yang mendapat gaji di bawah standar minimum yang layak. Untuk mengatasi ini selain dibutuhkan penyelesaian masalah guru honorer dan perencanaan formasi guru yang lebih baik, Kemendikbud perlu melakukan dialog intensif lintas kementerian untuk mencari solusi efektif untuk menjamin kesejahteraan semua guru."
"Menjadi guru harus menjadi sebuah kebanggaan. Guru adalah sebuah profesi yang mulia dan terhormat. Status sosial ekonomi guru semestinya sama dengan profesional lain karena peran guru sangat penting dalam pembangunan bangsa. Guru adalah inspirasi dalam menyikapi perkembangan zaman. Guru adalah roh pergerakan bangsa menggapai cita-citanya. Guru adalah agen perubahan karakter warga negara. Mari bersama-sama bergerak dan berjuang menuju terciptanya guru dan pemimpin sekolah Indonesia berkelas dunia!"

Ngobrol bareng beliau malam ini seperti bertemu sahabat lama. Rupanya kami pernah jumpa beberapa kali di kemdikbud, dan ikut bergabung dalam milis group yang sama di email. Jadi sebenarnya kita sudah kenal lama. Tapi tak saling bertegur sapa secara langsung.

Banyak informasi saya dapatkan malam ini. Tentang harapan dan impian beliau untuk perbaikan kualitas dan kesejahteraan guru di Indonesia. Tentu perlu kerjasama antar kementrian seperti kementrian dalam negeri (pak Tito), kementrian pendayagunaan aparatur negara (pak Cahyo), kementerian keuangan (ibu Ani) dan kementrian terkait lainnya.

Satu jam bersama beliau seperti bertemu secara langsung di kantornya. Tak terasa pembicaraan kami mengerucut pada mencari solusi terbaik agar persoalan guru honor, guru tik dan persoalan lainnya dapat terselesaikan dengan baik. Saya merasa yakin satu persatu masalah guru bisa teratasi kalau kita mampu bergotong royong dan tolong menolong dalam kebaikan.

Jadi ingat komentar pak jajang di WA Group Forum silahturahim organisasi profesi guru. Beliau menuliskan singkat.
Guru itu…
Manusia biasa
Tugasnya luar biasa
Mencerdakan anak bangsa

Semoga profil guru pancasila juga digagas oleh kemdikbud dan tidak hanya profil pelajar pancasila saja. Pak Sumardiansyah juga menuliskan di WA group tersebut.
Saya lihat perjuangan Om Jay secara revolusioner untuk TIK juga luar biasa. Itu juga jadi inspirasi kami berjuang mengembalikan jam mata pelajaran Sejarah Indonesia di SMK sebagaimana amanat Permendikbud 60 dan Permendikbud 37. Kita perlu mendorong persepsi yang sama mengenai Organisasi Profesi dan bagaimana kriteria serta kedudukannya secara jelas. Memang semua sdh tertera dalam UU. 20/2002, UU. 14/2005, PP. 19/2017, Permendikbud 15/2017 namun semua masih "mengambang" sehingga ada baiknya kita segenap Organisasi Profesi mendorong agar semua itu lebih diperjelas dalam bentuk regulasi-panduan yang jelas melalui Permendikbud, termasuk mengenai MGMP.

Bapak Dudung Nurullah Koswara juga menuliskan di wa group yang sama, Tunjangan Profesi Guru (TPG) itu statis tak bisa berubah, apalagi ilang. Kompetensi dinamis, harus tumbuh. PGRI berjuang TPG untuk semua guru, Prof. Surya pahlawan TPG. Semoga beliau damai di surga. Amiiin ya Allah…

Saya juga mengirimkan tulisan Pak Dudung ketua PB PGRI ke WA pak Dirjen GTK, dan sebagian wawancara saya dengan beliau ada di dalam tulisan ini.

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Guru SMA Dan Ketua PB PGRI)
Tulisan ini dipersembahkan untuk Bapak Dirjen GTK, Iwan Syahril, Ph.D. Setelah membaca tulisan Beliau dan pemaparan pemikirannya di acara Forum Silaturahmi GTK Kemdikbud. Saya tak sempat berdialog langsung hanya menyapa awal saja. Forum silaturahmi Ditjen GTK dan entitas organisasi profesi guru ini dihadiri 34 perwakilan.


Saya setuju dengan visi merdeka belajar yang berhamba pada anak didik, namun merdeka belajar hanya akan sukses bila ditopang oleh tiga hal penting. Tiga hal penting ini Saya beri istilah “Tri Merdeka”. Apa Tri Merdeka? Tri Merdeka adalah jawaban dari tulisan dan paparan Iwan Syahril yang memotret guru apa adanya.
Iwan Syahril dalam paparannya sangat lugas berkesimpulan etitas guru masih harus terus meningkatkan kompetensi. Kontribusi guru pada peningkatan kemampuan anak didik tidak signifikan dengan jumlah kucuran trilyunan anggaran pada guru tersertifikasi. Ini sangat “pahit” dibaca para guru tapi bisa jadi kritik konstruktif.

Selain lugasnya narasi yang disampaikan Pak Dirjen Iwan Syahril terkait modalitas entitas kemampuan guru, Saya pun coba kaitkan dengan realitas derita guru. Tulisan ini Saya sampaikan sebagai penyeimbang narasi dan paparan Iwan Syahril. Guru itu hakekatnya satu tubuh. Guru PNS, non PNS, guru tersertifikat dan yang belum, satu tubuh.
Apa yang Saya maksud “Tri Merdeka” adalah tiga hal yang harus merdeka dari entitas guru untuk menjawab kelemahan guru seperti apa yang disampaikan Iwan Syahril. Tri merdeka itu adalah : 1) guru harus merdeka finansial, 2) guru harus merdeka kompetensi dan 3) guru harus merdeka apresiasi.
Visi Merdeka Belajar hanya akan mudah diraih bila dibarengi dengan layanan “Tri Merdeka” guru. Selama masih ada ratusan ribu guru belum merdeka finansial, selama itu pula merdeka belajar akan lambat merayap. Betul guru yang sudah dapat TPG layak “dituntut” untuk menaikan kemampuan melayani anak didik.
Namun guru itu satu tubuh, jangan hanya dibahas yang tersertifikasi saja yang seolah-olah menghamburkan uang negara. Pemerintah lupa, guru honorer belum merdeka finansial. Dimana bila semua guru harus dibayar sesuai UURI No 14 Tahun 2005 dan UMR/UMK/UMP, maka pemerintah masih berutang banyak pada entitas guru.
Pemerintah punya utang puluhan tahun kepada guru (guru honorer), bila diakumulasi dan disesuaikan dengan UMR. Nominalnya adalah 800 ribu guru honorer kali Rp. 3 juta per orang, per bulan, kali 30 tahunan saja. Bayar dahulu ini, baru kemudian boleh dipermasalahkan guru tersertifikat yang kompetensinya “jalan ditempat”.
TPG itu baru dibayarkan sejak tahun 2006. Baru 14 tahun, itupun belum semua guru PNS dan swasta. Nah bagaimana dengan 30 tahunan sekitar 800 ribu guru honorer yang tidak mendapatkan UMR dari pemerintah (pusat dan daerah). Siapa yang mempertanggung jawabkan ini?
Guru yang finansialnya tidak merdeka seperti entitas guru honorer, sungguh kasihan. Gaji guru honorer misal hanya dapat gaji Rp. 300 ribu. Itu pun ada yang dibayarkan tiga bulan sesudah kerja. Ini masalah pertama terkait “Tri Merdeka” yakni merdeka finansial keseluruhan guru.
Terkait “Tri Merdeka” yang kedua adalah merdeka kompetensi. Kita sebagai guru sepakat guru harus merdeka kompetensi. Merdeka kompetensi artinya setiap guru wajib belajar sepanjang hayat dan terus belajar untuk meningkatkan layana lebih baik pada anak didik. Guru merdeka harus memerdekakan anak didiknya.
Faktanya di lapangan tidak semua guru tersertifikasi “jalan di tempat”. Ratusan ribu guru melanjutkan pendidikan S-2 bahkan ada yang doktor. Ribuan guru membuat buku. Ratusan guru menjadi guru berprestasi setiap tahun. Ratusan guru bahkan menjadi tokoh di masyarakat. Walau pun jumlahnya dianggap kecil, tapi ada gerakan “merangkak” menuju guru yang lebih baik.
“Tri Merdeka” ke tiga adalah merdeka apresiasi. Negara harus mampu mengapresiasi guru guru penggerak yang selama ini sudah tampil beda. Guru-guru terbaik di setiap sekolahan harus mendapatkan merdeka apresiasi. Misal mengapa tidak guru berprestasi dan guru penggerak menerima kemudahan atau otomatis menjadi calon kepala sekolah.
Jangan sampai guru-guru penggerak, guru-guru berprestasi “tidak merdeka” karena ada kongkalingkong politik lokal. Merdeka apresiasi artinya setiap guru penggerak dan guru berprestasi terdata dengan baik dan disiapkan untuk menjadi pemimpin sekolahan. Dalam tulisan di opini Kompas, Iwan Syahril berharap lahir guru-guru penggerak.
Simpulannya visi “Merdek Belajar” hanya akan cepat tercapai dengan “Tri Merdeka” guru. Merdekakan semua guru terutama guru honorer secara finansial. Merdekakan guru secara kompetensi agar lebih mudah belajar menaikan kompetensi. Jangan teralalu diribetkan dengan administrasi.
Agar guru merdeka secara kompetensi maka jumlah jam mengajar guru harus dikurangi. KBM 24 jam tatap muka terlalu menyita waktu. Guru harus punya banyak waktu untuk belajar. Bila guru harus selalu 24 jam KBM tatap muka, sama dengan mengkondisikan guru jadi tukang ngajar, mekanis banget. Harusnya guru pun menjadi tukang belajar.
Terakhir merdeka apresiasi, jadikan setiap guru penggerak, guru pengurus organisasi profesi dan guru berprestasi lainnya mendapatkan tempat terbaik. Politisasi dan debirokrasi guru harus hilang. Guru terbaik harus menemukan kejayaan karirnya jangan terbelenggu karena politik dan birokrasi jumud.
Dalam Wa group, pak Fathur juga menuliskan liputannya hari ini di
Semakin malam perbincangan kami semakin seru. Pengumuman program organisasi guru penggerak juga sedang dikerjakan oleh tim independen. Sehingga kemdikbud tinggal mengumumkan saja. Pembicaraan tentang sekolah di luar negeri, juga menjadi salah satu contoh yang kami bicarakan.
Satu jam bersama pak Iwan Syahril malam ini membuat saya semakin bersemangat untuk menjadi guru penggerak. Hal itu harus saya mulai dari diri saya sendiri dulu, baru kemudian menggerakkan orang lain.

Berikut ini undangan dari Himpaudi sebagai berikut:
PP HIMPAUDI mengundang Bpk/Ibu pd Acara DEDIKASI CINTA HIMPAUDI
Keg Halal Bihalal, Lahir Pancasila & WEBINAR PAUD Kreatif & Bijak di Era Pandemik dan Persiapan New Normal di PAUD
Hari SENIN, 1 Juni, 2020 Jam 08:00 WIB
Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/6710112419?pwd=eG9kdmk4dXNkU29tcGNYTjF1SjE5dz09
Meeting ID: 671 011 2419
Password: JAYA
Bagi yg tidak bisa masuk Zoom Meeting mohon bergabung di 👇
Live Streaming Youtube
http://s.id/livehalalbihalalhimpaudi

Omjay
Guru Blogger Indonesia
bl;og http://wijayalabs.com
Wednesday, May 20, 2020
Selamat Hari Kebangkitan Guru Blogger Indonesia
Rabu, 20 Mei 2020 adalah hari kebangkitan guru blogger Indonesia. Mengapa saya sebut sebagai hari kebangkitan guru blogger Indonesia? Sebab saya melihat mulai banyak blog guru aktif dan bangkit kembali. Bahkan ada yang sudah lama blognya tidak diupdate karena tidak tahu untuk apa guru menulis di blog.
Baginya menulis di blog adalah pekerjaan yang sia-sia. Tak ada pemasukan apapun selain ketak ketik tulisan yang tidak penting. Saya tersenyum saja melihatnya, karena dulu saya juga seperti itu. Bahkan hari itu saya membuat dan menulis di blog, lalu pada hari itu pula saya meninggalkan blog. Hal itu saya kisahkan kembali ketika diminta menjadi narasumber Inspirator pendidik di hari kebangkitan nasional 2020.
Hari kebangkitan guru Blogger Indonesia semakin terasa ketika saya membuka kelas menulis GRATIS. Semua peserta saya wajibkan membuat blog. Dengan begitu mereka bisa segera membuat resume kuliah hari itu. Sekaligus mendokumentasikan ilmu pengetahuan baru yang didapatnya.

Materi dari narasumber cepat tersebar ke seluruh dunia. Guru yang tidak ikut kelas menulis akhirnya bisa membaca informasinya. Kalau lewat email, hanya penulis dan saya saja yang dapat membaca tulisannya. Tapi kalau diposting di blog, maka akan banyak orang lain yang akan membaca tulisannya. Seperti tulisan pak Heronimus Bani di http://tefneno-koroto.org/?p=3267
Anda tak perlu ragu. Kalau tulisannya bagus dan menginspirasi, tanpa disuruhpun orang akan membaca dengan sukrela. Apalagi bila yang dituliskan pengetahuan baru. Mereka yang haus akan ilmu pengetahuan pasti akan segera membacanya. Tanpa harus diminta oleh penulisnya. Mereka akan menjadi blogger ternama dengan sendirinya.

Mereka datang dengan penuh suka cita melumat habis informasi yang diterima. Kemudian menyebarkannya ke semua media sosial bila tulisannya menginspirasi pembaca. Guru tidak lagi hanya mencari informasi saja tapi sudah mulai menciptakan informasi baru di internet. Mereka bisa berbagi ilmu melalui blog di internet.
Kebangkitan guru blogger Indonesia harus kita rayakan dengan suka cita. Sempatkan waktu untuk blog walking. Saling berkunjung ke blog orang lain. Terkadang ide tulisan di dapat dari tulisan orang lain. Acara Inagurasi Seminar Online Series Self driving for Teacher yang dilaksanakan oleh Pengurus Besar PGRI menyadarkan saya bahwa guru blogger Indonesia harus bangkit dari mati surinya dan kita bisa melaksanakan konferensi guru blogger PGRI di gedung guru Indonesia.
Menulis di blog bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Hal itulah yang saya rasakan setelah lebih dari 11 tahun komitmen menulis di blog. jutaan pembaca hadir di blog ini tanpa diminta. Bahkan mereka mengenal saya di dunia maya. Ketika bertemu di dunia nyata, mereka sudah kenal dengan saya. Padahal belum pernah satu kalipun kita bertemu muka di dunia nyata. itulah keajaiban menulis di blog. Tak salah bila seorang blogger menuliskan kisahnya di https://rahimsyainur.blogspot.com/2020/05/menulis-untuk-kepentingan-menulis-itu.html.

Menulis untuk kepentingan menulis seharusnya sudah disadari oleh para guru blogger Indonesia. Dua hari saya mengundang dua orang blogger terkenal Indonesia melalui WA Group. Pak Agus Sampurno dan pak Dedi Dwitagama. Wow kedua blogger nasional ini sangat menginspirasi saya menjadi blogger ternama. Mereka menulis dari hatinya. Tak salah bila mereka terpilih sebagai juara guru era baru Acer award pada waktu itu.

Hari Kebangkitan guru blogger Indonesia sudah dimulai. Semoga terwujud ada sejuta guru blogger Indonesia. Aha mereka mengelola blog pribadainya dengan sangat baik. Kemudian mereka menjadi konten kreator yang hebat dan tak lupa untuk menulis di blog pribadinya. Ketika ditanya alamat blognya, maka dengan percaya diri mereka menuliskan. Ketik saja guru blogger Indonesia di google.com, pasti ada nama saya di sana.
https://www.youtube.com/watch?v=FKUpp0cwtJY&t=1s
Salam Blogger Persahabatan
Omjay, Guru Blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com
Subscribe to:
Posts (Atom)














