Thursday, July 2, 2020

Masjid Al Islam Bandung

Sholat Subuh di Masjid Al Islam Bandung.

Pagi ini saya sholat subuh berjamaah di masjid AL Islam kota Bandung. Posisi masjidnya terletak di belakang apotek Jamika Bandung. Jadi tidak jauh dari jalan raya Jamika.

Biasanya setelah sholat subuh saya jalan kaki ke pasar Andir.  Melihat suasana pasar yang ramai dari mulai dinihari sampai pagi hari. 

Tapi kali ini saya urungkan kebiasaan itu.  Pertama karena kondisi tubuh belum sehat benar. Kedua ada pekerjaan membuat artikel jurnal untuk desertasi yang belum selesai. 

Jumlah jamaah sholat subuh hanya sampai 2 shaft.  Itupun ada jaga jarak. Jadi tidak banyak. Biasanya jumlah jamaah di masjid ini cukup banyak.  Mungkin karena wabah Corona, jumlah jamaah menyusut.  Mereka lebih memilih sholat di rumah. 

Saya bersyukur pagi ini bisa melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid.  Selama wabah Corona saya lebih banyak beribadah di rumah. Sholat berdua dengan istri tercinta. 

Dulu pepatah mengatakan, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Setelah ada Corona bersatu kita rubuh. Kalau kita berkumpul dan tidak jaga jarak akan semakin mudah wabah corona merajalela. 

Untunglah kota Bandung sudah masuk zona hijau. Tidak banyak yang terkena virus Corona seperti kota Jakarta dan Surabaya. Namun demikian, memakai masker tetap jadi protokol kesehatan. 

Sholat Subuh di Masjid Al Islam Bandung membuat saya kagum dengan perkembangan masjid ini.  Dulu belum berlantai dua.  Sekarang sudah berlantai dua karena jumlah jamaahnya semakin bertambah. Apalagi saat sholat jumat tiba. Jamaah sholat sampai keluar masjid. Ruangan masjid tak sanggup menampung jumlah jamaah. 

Semoga masjid-masjid kita tetap penuh jamaahnya di saat wabah Corona yang semakin merajalela. Tetap menjaga kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah. Jaga jarak dan gunakan masker di wajah. Jaag kebersihan masjid dan bawa sajadah dari rumah masing-masing. 

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang selalu memakmurkan masjid. RumahbAllah yang selalu dijaga. Turut melaksanakan sholat berjamaah dan membayar zakat. Aamiin. 

Salam Blogger Persahabatan 

Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com

Tuesday, June 30, 2020

Omjay Beristirahat di Bandung

Istirahat di Bandung. 

Semalam kami sekeluarga berangkat ke kota Bandung. Pukul 12 malam kami sampai di kota kembang ini. 

Saya putuskan untuk beristirahat di Bandung.  Sesuai saran dokter Eka,  semua aktivitas sementara waktu dihentikan dulu. 

Tangan kiri dan kaki kiri belum normal seperti semula. Bu Dini istri dokter Eka mengirimkan saya obat ke rumah. Dulu anaknya, Kania, murid Omjay. 

Kemarin pukul 9 pagi dokter Eka bersama istri datang ke poliklinik Labschool Jakarta. Di sela sela acara raker SMP Labschool Jakarta saya diperiksa kesehatannya. 

Rekam jejak medis saya dibacanya dengan cermat. Kemudian saya diajaknya untuk duduk di kasur pasien. 

Tangan dan kaki saya beliau cek kekuatannya.  Ternyata yang sebelah kiri masih melemah. Cek gula darah masih tinggi. Saya harus menurunkannya. Sementara tensi sudah normal. 

Selain saya, diperiksa juga Prof, Sofyan Hanif, pimpinan kami di Labschool UNJ. Beliau sudah 2 kali terkena serangan stroke. Pertama ketika bangun tidur di rumah dan kedua ketika bawa kendaraan. 

Beliau langsung ke rumah sakit Pon Cawang dan menemui dokter Eka.  Kemudian dirawat inap untuk proses penyembuhan. Sekarang beliau tidak makan nasi.  Gula darahnya sudah semakin normal dan rajin berolahraga.

Kemarin sempat ngobrol lama dengan beliau di depan ruang kerjanya. Saya menjadi lebih hati hati dalam menjaga kesehatan.  

Mereka yang sudah pernah terserang stroke harus pandai menjaga pola makan dan pikiran agar selalu sehat. 

Siang hari dijemput Pak Agus dari penerbit Andi Yogyakarta bertemu dengan kepala puskurbuk kemdikbud yang baru. 

Pak Maman Fathurahman enak sekali diajak ngobrol. Kami akan undang beliau untuk acara seminar nasional peran guru TIK dan Informatika di PGRI melalui aplikasi Zoom. Alhamdulillah beliau bersedia hadir. 

Kakak ipar saya sudah menjemput di Labschool Jakarta. Sementara ini belum bisa bawa kendaraan sendiri. Untunglah ada kakak ipar yang siap membantu. 

Sampai di rumah saya istirahat dulu. Obat dari dokter Eka sudah sampai di rumah. Kali ini obatnya lebih banyak dari yang diberikan dokter Irwansyah dari rumah sakit awal Bros Bekasi. 

Jadi ingat cerita dokter Eka. Beliau dulu gemuk sekali.  Berat badannya sempat sampai 115 kg.  Saya ditunjukkan foto foto beliau ketika masih gemuk melalui ponselnya. 

Katanya harus mengurangi makan nasi putih dan makanan yang mengandung karbohidrat atau gula. Kuncinya di makanan dan rajin berolahraga. 

Subuh ini saya sudah bangun. Suara adzan subuh di kota Bandung membangunkan saya. Belum bisa pergi ke masjid seperti biasa. Masih sholat di rumah saja. 

Buat kawan kawan pembaca. Jaga kesehatan anda dari sekarang. 

Perhatikan pola makan dan turunkan berat badan sehingga ideal bila ingin sehat. Selalu berpikir positif dan terus berbagi ilmu kepada orang lain. 

Sementara ini saya istirahat dulu di kota Bandung. Di sini tidak perlu pasang Ac seperti di Bekasi. Bangun tidur udara dingin sudah terasa di tubuh tambun ini. Lebih terasa dinginnya setelah ambil air wudhu.

Pekerjaan masih ada di Jakarta dan saya mohon izin tidak bisa ikut berkontribusi. Sementara istirahat dulu di kota Bandung. 

Mohon doanya kesehatan Omjay kembali pulih seperti sediakala. Aamiin. 


Salam Blogger persahabatan 

Omjay
Guru Blogger Indonesia 
Blog http://wijayalabs.com

raker SMP Labschool Jakarta

https://wijayalabs.wordpress.com/2020/06/30/raker-smp-labschool-jakarta/

Rapat kerja 

Pagi ini kami rapat kerja.  Biasa disingkat raker.  Tujuannya untuk mempersiapkan tahun ajaran baru 2020/2021. 

Tema kali ini adalah SMP Labschool Jakarta yang adaptif dan berprestasi menuju sekolah unggul. 

Hari Selasa ini memang sengaja tidak dilakukan secara daring tapi luring. Hal ini dilakukan supaya interaksi antar guru lebih terasa daripada di dunia maya. 

Pak Adi guru bahasa Indonesia membuka acara dengan gembira.  Kami dimintanya bermain game dengan jari. Senang sekali semua peserta. 

Semoga di tempat anda juga sudah ada raker dan  kita berkumpul sesuai standart protokol kesehatan. 


Salam blogger persahabatan 

Omjay
Guru Blogger Indonesia 
Blog http://wijayalabs.com

sampai bertemu di raker berikutnya

Sunday, June 28, 2020

semua bisa berhaji

Semua Bisa Berhaji. 

Minggu, 28 Juni 2020 pukul 13.00 wib adalah hari yang sangat bersejarah buat saya. Materi pak Ary Ginanjar sangat memotivasi kami para peserta Webinar Semua bisa berhaji. 

Selama ini menunaikan rukun Islam yang kelima masih dianggap sulit oleh mereka yang sebenarnya mampu. Mereka belum merasakan bahwa berhaji itu adalah panggilan Allah. 

Pak Ary Ginanjar mendapatkan motivasi berhaji dari ayahnya dikala perusahannya bangkrut. Beliau mendaftarkan diri uang tabungannya yang hanya 5 juta. Alhamdulillah beliau bisa berangkat haji karena niat dan tekadnya kuat. 

Semua orang bisa berhaji  bahkan berkali kali. Pak Ary Ginanjar merasakan sendiri berangkat haji setiap tahun dan berharap menjadi haji mabrur. 

Sungguh pengalaman spiritual yang dahsyat. Pulang berhaji usahanya semakin sukses.  Banyak usaha dan perusahan beliau dirikan.  Salah satunya tour dan travel Esq. 

Saya termasuk orang yang beruntung ikut webinar ini melalui aplikasi zoom.  Lebih dari 500 orang hadir mengikuti acara ini dengan baik. Terjadi interaksi secara virtual yang sangat menyenangkan semua. 

Saya sendiri mengikutinya dengan cara sambil merebahkan diri. Semenjak terserang stroke, saya tak bisa lama duduk di depan komputer. Setiap kalimat yang diucapkan pak Ary Ginanjar saya simak dengan baik. 

Semua bisa berhaji asalkan niat yang kuat dalam diri.  Bismillah saya akan buka tabungan haji bersama ESQ. Saya ingin sekali menunaikan ibadah haji bersama istri sebelum mati. 

Semoga dapat terwujud saya bersama istri bisa berhaji menunaikan rukun Islam yang kelima. Terima kasih pak Ary Ginanjar beserta tim yang sudah memfasilitasi pertemuan yang sangat memotivasi ini.  Mohon bimbingannya agar kami dapat berhaji. 

Salam Blogger persahabatan 

Omjay
Guru Blogger Indonesia 
Blog http://wijayalabs.com

Saturday, June 27, 2020

Berliana Nurhaliza Kusumah

Berliana Nurhaliza Kusumah.

Semalam saya marah sama Berlian. Anak kedua saya ini minta dibelikan nasi Padang malam hari. Tentu saja saya tidak mau mengabulkannya. 

Disamping sudah malam dan mendekati pukul 21.00 wib,  masih ada nasi dan sayur asem di rumah.  Pepes tahu dan kerupuk juga masih ada di meja makan. 

Berlian memaksa dan mamanya ikut mendukung keinginannya. Saya kekeuh dengan apa yang saya inginkan. Saya tetap tidak mau membelikannnya. Saya teguh pada pendirian. 

Istri saya marah karena tak mau memenuhi permintaan Berlian. Saya terdiam. Bagi saya anak ini harus diberi pelajaran.  Tapi istri berbeda sudut pandangnya. Katanya tidak begitu cara mendidik anak. 

Berlian baru saja naik ke kelas XII di SMA Labschool Jakarta. Seharusnya sudah lebih dewasa dan mandiri.  Sudah bisa beli nasi padang sendiri. Sementara itu kompor gas di rumah tiba-tiba mati. 

Berlian menangis saya marahi. Sayapun ikut menangis dalam hati.  Sebab belum pernah saya semarah ini. Kalau saya marah biasanya agak sulit terkendali. Mungkin karena saya penderita penyakit darah tinggi. 

Saya teringat kembali ketika berlian lahir.  Bayi mungil yang hidung dan wajahnya mirip sama ayahnya.  Pokoknya Fotocopy ayahnya banget. Cuma beda jenis kelamin saja.

Kami beri nama Berliana Nurhaliza Kusumah. Waktu itu saya dan istri pengagum berat penyanyi Malaysia Siti Nurhaliza yang cantik. Sedangkan nama Berlian dikasih sama kakeknya. 

Anak anak lain sudah bisa berjalan di usia setahun.  Berlian baru bisa berjalan dan bicara normal di usia 3 tahun. 

Berbagai cara kami lakukan agar Berlian seperti anak anak lainnya. Pengobatan alternatif sampai dokter spesialis sudah kami datangi agar Berlian tumbuh seperti anak anak lainnya. 

Sewaktu usianya menjelang 5 tahun,  Berlian sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Suasana idul fitri yang seharusnya kami berada di rumah, jadi pindah ke rumah sakit di kota Bandung. 

Kalau ingat itu, saya jadi sedih sekali.  Berlian harus diuap agar bisa bernafas dengan tenang.  Oleh karena itulah mamahnya sangat memanjakannya. Semua permintaan Berlian selalu  saja dituruti. 

Berlian tumbuh normal kembali. Lucu dan suka mengundang tawa di keluarga kami. Suatu saat dia pakai kacamata hitam dengan hidung yang mancung ke dalam.  Kami semua tertawa melihat kelakuannya. 

Kalau ayahnya pulang kerja,  tanpa disuruh Berlian selalu menyiapkan teh hangat.  Katanya ayah pasti capek.  Lalu dia mulai berkicau tentang kegiatannya hari ini. Terus minta dipangku sama ayahnya sampai akhirnya dia tertidur pulas. 

Setiap kali mau tidur,  ayahnya harus ada disampingnya. Saya dimintanya bercerita tentang kisah putri salju dan teman teman kerdilnya. Kalau belum mendengar ayahnya mendongeng, Berlian tak mau tidur. 

Begitulah Berlian anak kedua Omjay dan setelah lulus sekolah dasar, saya sekolahkan di tempat saya bekerja. SMP dan SMA Labschool Jakarta. Sebuah sekolah favorit dan bagus di Indonesia.

Saya ingin Berlian mandiri dan tumbuh menjadi pemimpin masa depan. Cita citanya yang ingin menjadi polwan berubah menjadi ahli hukum. Sekarang mulai berubah lagi. Katanya mau jadi koki aja yang pinter masak. 

Harus saya akui.  Masakan Berlian memang enak. Apalagi nasi goreng buatannya. Kami bisa nambah satu piring lagi. 

Pagi ini saya menyesal sekali memarahi Berlian.  Ayah sayang sama Berlian tapi ayah tak ingin kamu jadi anak manja. Kamu tak boleh jadi anak yang penakut. 

Kamu sekarang sudah besar. Bukan anak balita lagi. Kamu sudah harus bisa mandiri. Apalagi katanya mau kuliah dan kost di Bandung seperti kakaknya. 

Ayah hanya bisa berdoa semoga Berlian selalu sukses dan mampu meraih cita-citanya. Maafkan ayah nak. Kalau ayah marah,  itu tandanya ayah sayang sama Berlian dan ayah berharap kamu kelak menjadi wanita yang sholehah. Wanita yang taat pada suaminya dan mampu membesarkan anak-anaknya dalam keluarga yang sakinah dan mawaddah. Seorang wanita yang dapat mengantarkan anak-anaknya ke pintu surga. 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay
Guru Blogger Indonesia

Pernahkah Anda Mengalami Sebagai Guru di Era pandemi Covid-19?



Selama proses School From Home beberapa saat lalu, setiap guru mapel memberikan tugas kepada siswa melalui wali kelas untuk diteruskan ke grup orang tua dan siswa. Penugasan dilaksanakan sesuai jadwal mapel yang sudah di rancang ulang khusus SFH yakni hanya 2 mapel per harinya. Siswa diberikan batas waktu pengumpulan tugas selambatnya pukul 21.00 WIB karena mempertimbangkan kondisi beberapa siswa yang tidak memiliki HP atau laptop serta harus menunggu orang tua pulang kerja untuk pembimbingannya.

Biasanya setiap guru memberikan sebuah video tutorial atau penjelasan mengenai materi yang akan dipelajari, lalu dilanjutkan dengan tugas yang dikumpulkan dalam bentuk data word, foto dan video untuk dikirimkan melalui Gmail atau Whatsapp guru mapel. Namun, ada pula beberapa guru yang menggunakan aplikasi Quizizz, Google Classroom, Youtube, namun sangat jarang para guru menggunakan Skype atau Zoom, dikarenakan tidak semua siswa bisa mengoperasikan aplikasi tersebut, khususnya siswa kelas 7 SMP dan juga keterbatasan perangkat yang mereka punya.

Setiap harinya, guru harus mengisi form dalam bentuk spreadsheet untuk melaporkan materi yang diajarkan, progress penugasan siswa dan bukti tugas atau hasil karya siswa. Alhamdulillah, SFH berjalan cukup baik hanya saja ada kendala-kendala yang kami coba rangkum mengingat SFH ini akan berjalan lagi di tahun pelajaran baru ini. 

Berikut kendala yang kami hadapi selama masa SFH :

Pertama,
Tidak semua siswa memiliki perangkat elektronik yang mumpuni dan dapat mengoperasikannya
dengan baik.

Kedua,

Ada saja siswa yang tidak mengumpulkan tugas baik karena alasan nomor 1 maupun kurangnya kontrol orang tua.

Ketiga,
Guru monoton dalam memberikan materi/penugasan sehingga siswa merasa jenuh dan agak terbebani.

Keempat,
Siswa tidak serius mengerjakan tugas bahkan ada yang mengerjakannya asal (tidak sesuai instruksi) dan menganggap "yang penting ngumpulin".

Kelima.   Guru sulit memberikan feedback kepada siswa. Setelah guru mengoreksi tugas mereka, guru memberikan feedback melalui email dan meminta mereka untuk memperbaiki jawaban yang masih kurang tepat, namun sedikit sekali dari mereka yang membalas email tersebut.

Demikian yang dapat kami gambarkan, terima kasih.

Friday, June 26, 2020

Intan Rahmadani Kusumah, S. Hum

Intan Rahmadani Kusumah,  S. Hum. 

Semalam banyak teman-temannya Intan datang.  Mereka datang untuk mengucapkan selamat dan sukses buat Intan,  karena sudah lulus ujian skripsi hari ini secara daring. 

Anak saya yang pertama ini memang cerdas. Dalam usia muda Intan sudah berani keluar negeri tanpa dibiayai dan didampingi orangtuanya. Bahasa Inggris yang dikuasainya sudah cukup menjadi bekal keliling dunia. 

Sebagai ayahnya tentu saya bangga.  

Jadi teringat waktu anak ini kecil. Intan terserang sakit panas. Suhu badannya meninggi dan terkena step. 

Pagi hari saya cari dokter ke sana kemari.  Akhirnya dapat juga. Tapi Intan harus dirawat di rumah sakit Hermina Bekasi. 

Itulah pengalaman yang tak pernah terlupakan selama hidup saya.  Kalau saja waktu itu saya tidak cepat bertindak, Intan mungkin sudah dipanggil Allah. 

Kelahirannya juga unik.  Intan lahir prematur.  Dokter bilang istri akan melahirkan bulan depan.  Ternyata Intan muncul lebih awal. Sebagai ayahnya saya tak sempat menyaksikan kelahirannya di Bandung. Sebab tak menyangka, Intan lahir lebih awal dari yang diperkirakan dokter.

Saya diberitahu ayah lewat telpon ketika masih di sekolah. Kami masih ada acara pesantren Ramadhan di Jakarta. Saya langsung berangkat ke Bandung dan minta izin pimpinan untuk berangkat ke Bandung. 

Dalam perjalanan saya sempat pusing nama apa yang cocok untuk anak pertama ini.  Lahir tanggal 26 Desember 1998. 

Ayah saya telpon.  Katanya kasih saja nama Intan Rahmadani Kusumah. Saya langsung setuju karena Intan lahir di saat bulan Ramadhan.

Sampai di rumah bersalin saya lihat seorang bayi mungil dalam inkubator. Wajahnya cantik seperti mamahnya.  Belakangan saya tahu. Golongan darahnya juga O sama dengan mamahnya. 

Sebagai seorang ayah baru tentu gembira.  Kurang 9 bulan Intan lahir.  Alhamdulillah ibunya melahirkan secara normal.  Sayang saya tak sempat menyaksikan detik-detik kelahirannya. 

Sekarang Intan semakin besar dan dewasa.  Dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi semuanya di negeri.  Hanya di TK saja yang swasta. 

Saat pulang dari umrah bersama istri,  ada kabar gembira dari Intan.  Foto yang dikirimkan ke detik travel menang lomba foto di Bali.  Intan dapat hadiah belajar singkat di luar negeri. Sakura Jepang menjadi negara tujuannya. 

Tentu saja saya senang. Satu demi satu doa kami di tanah suci terkabul. Intan berangkat ke luar negeri dari tempat neneknya di Bandung. Saat pulang barulah saya sendiri yang menjemputnya di bandara Sukarno Hatta.

Sempat ngobrol sedikit tentang negara Jepang.  Tahun 2016 kebetulan saya sendiri pernah ke sana. Intan cerita suatu saat akan ajak mamahnya berkunjung ke negara Jepang. Sebuah negara maju dengan karakter bangsanya yang disiplin dan menghargai soal waktu. 

Pulang dari Jepang intan berangkat ke Korea Selatan.  Kemudian ke Singapura dan Malaysia untuk mewakili anak anak muda Indonesia berbagi pengalaman menjadi konten kreator.

Lagi-lagi saya dibuat bangga dengan anak ini. Semalaman ayahnya kurang tidur. Demi menemani Intan yang mempersiapkan sidang skripsi secara online. 

Alhamdulillah Intan lulus dengan nilai A dan siap diwisuda dari jurusan Sastra Inggris UIN Bandung dengan gelar sarjana humaniora.  

Kini ada gelar sarjana di belakang namanya.  Intan Rahmadani Kusumah, S. Hum. 

Semoga selalu sehat nak dan ayah doakan cita-citamu kuliah S2 di Korea Selatan terwujud. Ayah hanya pesan satu.  Jangan pernah tinggalkan sholat 5 waktu. 


Salam Blogger Persahabatan 

Omjay 
Guru Blogger Indonesia 
Blog http://wijayalabs.com

Ayo Tersenyum

*ABSEN Group Kita* πŸ™‚
πŸ“‹πŸ“πŸ“‹✏πŸ“‹πŸ–ŠπŸ“‹πŸ–‹

1. Yang cantik ? 
- hadir pak ,,!! 

2. Yang ganteng ?
- hadir pak ,,!!

3. Yang kurus,,,?
- lagi makan pak ,,!!

4. Yang gendut ?
- lagi Diet pak ,,!!

5. Yang Kece ?
- Lagi dandan pak ,,!!

6. Yang kalem..?
- Lagi diam pak ,,!!

7. Yang hitam ?
- gak keliatan yaa pak,,,?

8. Yang sakit ?
- Lagi minum obat pak..!!! 

9. Yang lagi otw ?
- Monitor sambil nyetir pak.. !!!

10. Eh,,,tunggu dulu ada yang kurang ni,,,
yang sudah tua2 mana,,,?

ini pak lagi baca!!!

πŸ˜€πŸ˜ƒπŸ˜„
Senyum itu sehat , KAYA SETELAH USIA 5O TAHUN
Rata2 orang menjadi KAYA setelah usianya diatas 50 thn, karena:
1. Ada PERAK di rambutnya
2. Ada EMAS di giginya
3. Ada GAS di perutnya
4. Ada KRISTAL di kandung kemihnya
5. Ada MINYAK di darahya
6. Ada GULA di air seninya
7. Ada KAPUR di tulangnya
8. Ada PASIR di empedunya
9. Bahkan jantungnya pun ada yg pakai CINCIN.
Meski begitu, mereka umumnya tidak sombong,
karena tercermin dari cara jalannya yang kian menunduk dan mereka mulai menyadari menjadi kaya tidaklah menyenangkan.

πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„jaga sehatmu sebelum datang sakitmu .☝

R  E U  N  I
Kata² yang sering ditanya
di waktu reunian.. :
REUNI Di usia 20-an : "KAMU KULIAH AMBIL JURUSAN APA"                  😊                                                                               
REUNI Di usia 30-an : 
          "KERJA di mana ?"  😍😍

Di usia 40-an : 
          "ANAK sudah berapa ?"
           πŸ˜˜πŸ˜˜

Di usia 50-an : 
          "CUCU sudah berapa ?"
          😎 😎:

Di usia 60-an : 
          "Teman kita yang 
           sudah MENINGGAL.., 
           siapa aja yaa..?"   πŸ˜°πŸ˜°

Di usia 70-an : 
          "Teman kita yang 
           masih HIDUP..,
           siapa aja yaa..?"   πŸ˜­πŸ˜­

REUNI Di usia 80-an : 
          "KAMU SIAPA 
           yaaaa..??".
           πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜œπŸ˜œπŸ˜©πŸ˜©
                         
Sodara dan Sahabat²ku tercinta yang sangat kuSayaangiii...

Ayoo !! kita manfaatkan masa sehat kita untuk senantiasa menjaga tali persahabatan, ke setiakawanan. 
Saling menyayangi, saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling mendo'akan..😊 bersama, serta jangan merasa paling benar sedangkan yg lain salah. 
 
SELAMAT MERENUNGI, hari ini tahun 2020 TERNYATA UMUR KITA SUDAH kurang SATU TAHUN LAGI yaaa πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜‹πŸ˜‹

TANDA-TANDA TUA BAGI PARA LELAKI

- Dulu sering gandeng *perawan*
   Begitu tua di gandeng *perawat..*
- Dulu senengnya *cewek manis..*
   Begitu tua *kencing manis..*
- Dulu rajin pake *minyak wangi..*
   Begitu tua pake *minyak angin..*
- Dulu rajin *ke diskotik..*
   Begitu tua rajin *ke apotik..*

KONDISI DAH GINI...
MAU DIAPAIN LAGI..???_
DI SERVICE KAGAK BISA, TUKAR TAMBAH KAGAK LAKU πŸ˜ŽπŸ™„

Kodrat Illahi .... πŸ™πŸ™
Dengan tertawa, menjadikan awet muda, gak cepet tuaaaaa....karena hati yg gembira adalah obat yang paling mujarab untuk kesehatan.🀣🀣🀣🀭
*SUGENG ENJANG, MUGI KARAHAYON .....* πŸ™πŸŒΉ

belajar menulis lewat blog pribadi

Selama 11 tahun saya belajar menulis melalui blog di internet. Saya belajar merangkai kata lewat blog yang dulu dikenal dengan nama blogspot. 

Sekarang ini kota menulIs di blog tidak perlu buka lapto atau komputer.  Kita bisa langsung menulis melalui hp atau ponsel pintar kita. 

Caranya saya install aplikasi blogger for Android melalui play store dan dengan mudah saya menulis.  Sama mudahnya dengan menulis di facebook atau twitter. 

Jadi kecanggihan teknologi membuat kita semakin mudah dalam menulis. Kita bisa menulis di mana saja dan kapan saja.  Pokoknya gampang sekali. 

Malam ini kita belajar menulis bersama pak Namin dan kita diajari bagaimana membangun personal branding melalui blog di internet. Yuk kita simak materinya malam ini melalui wa group pgri belajar menulis dan menerbitkan buku. 

Salam Blogger persahabatan 
Omjay 
Guru Blogger Indonesia 

Thursday, June 25, 2020

9 Tantangan Pemajuan Pendidikan yang Memerdekakan (Dari Renstra Kemdikbud)


Labschool YP UNJ is inviting you to a scheduled Zoom meeting.

Topic: 9 Tantangan Pemajuan Pendidikan yang Memerdekakan (Dari Renstra Kemdikbud)
Time: Jun 26, 2020 01:30 PM Jakarta


Thursday, June 18, 2020

Peran Guru Dalam Mensukseskan Pendidikan Jarak jauh


Sore hari ini, Kamis, 18 Juni 2020,  PGRI mengadakan kegiatan Konferensi Virtual Blogger PGRI. Tujuan utamanya adalah untuk merangsang semua anggota PGRI agar mampu menulis di blog dan mengelola blognya dengan baik. BIASanya kegiatan dilaksanakan di gedung guru INDONESIA.
Kegiatan ini dilakukan secara virtual karena melihat situasi yang terjadi saat ini. Dalam kegiatan ini pun menampilkan pembicara-pembicara yang hebat yaitu Bapak Muhamad Yahya dari Kalimantan Timur, Ibu Sri Sugiastuti atau kita kenal dengan panggilan ibu kanjeng, Bapa Dedi Dwitagama, dan Bapak Namin AB Solihin. KEEMPATNYA adalah BLOGGER TERNAMA INDONESIA, JUGA PARA PEMBICARA NASIONAL..
Acara dipandu oleh host yang handal yaitu OmJay. GURU BLOGGER INDONESIA yang suka humor. BELIAU membawakan acara dengan sangat riang gembira. Peserta sangat menikmati acaranya.


Acara dimulai dengan pembukaan oleh Om Jay dilanjutkan dengan memperkenalkan tujuan kegiatan dan para nara sumber.



Nara sumber pertama yaitu bapak Yahya menyampaikan materi tentang Pelaksanaan Pembelajaran jarak jauh. Beliau menyampaikan bahwa pembelajaran jaraj jauh itu memerlukan steakholder yang tangguh yaitu antara Guru, siswa, dan orang tua. Jika salah satu tidak berperan optimal maka hasil yang diperoleh tentunya tidak akan maksimal.

Alhamdulillah kegiatan konferensi guru Blogger Indonesia dapat berjalan dgn lancar dan dapat dilihat siaran ulangnya di



Adapun pendekatan yang dapat kita lakukan ada dua yaitu
1. pendekatan tatap muka virtual
2. Pendekatan LMS
Semua pendekatan harus melakukan beberapa tahapan diantaranya:
a. persiapan
b. pelaksanaan
c. penyelesaian



Semua kegiatan tersebut harus dilakukan bersama antara guru,  siswa, dan orang tua. Semua pihak harus bersinergi untuk melakukan kegiatan pembelajaran dengan sungguh-sungguh agar tujuan pembelajaran tercapai dengan tuntas dan bisa melanjutkan ke materi selaljutnya.



Pembiacara kedua adalah Ibu Sri Sugiastuti, beliau memaparkan bahwa guru itu harus mampu menulis. Salah saru media yang dianjurkan beliau adalag blog. Beliau mengutarakan pengalaman ngeblognya yang menghasilkan beberapa karya yaitu buku. beliau memberikan tips bahwa kita semua harus mempunya pprinsip bahwa menulis itu satu kebutuhan bukan satu kewajiban.



Pembicara yang ketiga adalah Bapak Dedi Dwitagama, beliau memaparkan bahwa dalam menulis di blog kita harus dengan hati sehingga dapat menuangkan ide-ide menjadi tulisan yang cemerlang. Kita guru harus berada diatas rata-rata sehingga jika kita punya target seperti itu maka kita akan terdorong untuk memanfaatkan waktu kita untuk diisi dengan hal yang bermanfaat baik bagi diri sendiri ataupun orang lain.



Pembicara yang keempat adalah bapak naim, beliau lebih menekankan bahwa walaupun proses belajar mengajar kita lakukan secara virtual tetapi harus dengan hati yang nyata. Beliau menganjurkan bahwa walau kita tidak tatap muka dengan siswa tetapi hendaknya berpakaian selalu rapi dan berbicara dengan intonasi dan gestru tubuh yang baik sehingga siswa dapat merasakan bahwa kita sedang berada dengan mereka.



Kegiatan malam ini ditutup dengan tanya jawab,  pengisian daftar hadir dan kesimpulan dari masing-masing penyaji. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita khususnya dan bagi masyarakat umumnya. Mereka harus menyadari bahwa kegiatan pembelajaran adalah milik bersama yang harus dikerjakan dengan kerja sama yang baik.
Berikut ini rekaman dokumentasi kegiatan konferensi nasional guru blogger PGRI tahun 2018.


Wednesday, June 17, 2020

Kata pengantar omjay untuk buku jurus jitu menulis dan berprestasi

Kata pengantar omjay



Buku Kata pengantar omjay menulis dan berprestasi karya ibu Noralia Purwa Yunita ini enak dibaca dan sangat bagus dibaca oleh anda yang ingin belajar menulis dan berprestasi.

Lebih dari 30 kali pertemuan ibu guru kelahiran Kudus ini menyusun dan merajut resume kuliah online yang disampaikan semua narasumber. WA Group menjadi tempat kami berbagi.

Semua materi tak ada satupun yang luput beliau tuliskan. Bahkan beliau sanggup membuatnya menjadi sebuah tulisan yang enak dibaca dan menginspirasi pembaca.

Saya termasuk pembaca yang diam-diam mengagumi tulisan guru prakarya ini. Bahkan tulisannya bersama Prof. Eko Indrajit juga lolos dalam seleksi naskah penerbit Andi Yogyakarta.

Merajut sebuah buku yang menarik dan kemudian menjadi sebuah buku yang menginspirasi pembaca bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi menyatukan pikiran semua narasumber belajar menulis yang memiliki keunikan masing-masing.

Omjay ucapkan selamat kepada ibu Noralia Purwa Yunita yang telah berhasil membuat buku jurus jitu menulis dan berprestasi. Semoga buku ini dapat memberi semangat para guru dan semua orang yang ingin bisa menulis dan berprestasi tinggi.

Salam Blogger persahabatan

Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com

Wednesday, June 10, 2020

Belajar menulis bersama omjay



kawan kawan peserta belajar menulis bersama omjay dkk mohon setelah mengikuti kuliah online di wa group untuk membuat resume kuliah online hari ini dan dikirimkan dalam bentuk file word ke email omjaylabs@gmail.com, kemudian jangan lupa diposting di blog serta diviralkan ke media sosial dan WA Group. Terima kasih atas kerjasamanya



Tuesday, June 9, 2020

Kesulitan Apa yang anda hadapi Dalam menulis?

Seorang guru curhat kepada omjay, katanya dia mengalami kesulitan dalam menulis. Katanya beliau sangat sulit untuk memulai menulis. Bingung mau menulis kata-kata yang menjadi kalimat yang bermakna, sekaligus menggoda pembaca untuk melanjutkan ke alinea berikutnya. Baginya menulis itu sulit, dan memulai menulis adalah sesuatu yang paling sulit dalam menulis. Anda menjadi kurang pede dalam menulis.

 

Padahal pede aja dalam menulis, anda bisa menonton video dari mas Akbar Zainuddin di atas. Beliau mengajarkan kepada kita untuk pede aja dalam menulis sehingga masalah kesulitan nulis ini menjadi mudah teratasi. Hilangkan semua rasa kekhawatiran dan mulailah menulis. Kirim semua tulisan anda ke media sosial dan lihatlah apa yang terjadi. Kalau tidak terjadi apa-apa, anda perlu mencari omjay di dunia nyata. Mari kita belajar sama-sama.




Kesulitan yang anda alami dalam menulis banyak dialami oleh para penulis pemula. Mereka kesulitan dalam memulai menulis. Hal itu saya alami sendiri ketika baru pertama kali menulis. Oleh karena itu saya belajar menulis di blog. Di blog saya belajar merangkai kata, dan memulai menulis dari 3 alinea. Dari blog inilah saya menemukan kemudahan dalam menulis. Sebab saya yang menentukan sendiri, apakah tulisan yang saya tulis layak untuk tayang.



Kesulitan yang paling besar sebenarnya bukan karena saya malu tidak bisa menulis, tapi karena saya tak sanggup mentertawakan diri saya sendiri. Saya tak bisa melawan diri sendiri, dan saya selalu kalah. sampai kemudian saya menemukan tukang ketupat sayur yang bertanya pada saya, pak pakai telor atau tidak?

Tentu saja saya bilang pakai telor, karena lontong sayur atau ketupat sayur akan menjadi lebih enak kalau pakai telor ditambah sambal. Apalagi kalau dibayarin kawan dekat, pasti semakin lezat hahaha.
Dalam perjalanan saya dari bandara halim perdana kusuma menuju kota Semarang, bahkan kota lainnya, saya tak lagi menemukan kesulitan dalam menulis. Perkara memulai menulis sudah saya temukan solusinya. Seringlah narsis di mana saja anda berada. Lalu menulislah dengan bahasa yang menunjukkan anda eksis. Anda masih hidup dan bahagia.



Bahkan kemanpun saya pergi, saya bisa dengan mudah menuliskannya di blog. Alat rekam yang ajaib ini seolah-olah mengajarkan saya kesabaran dan menuntun saya untuk belajar menulis selama 11 tahun ini. Saya belajar menulis mulai pakai handphone jadul sampai kemudian saya mendapatkan ponsel baru dari istri tercinta. Jangan dikira saya pakai laptop bagus merk apple. Laptop Asus yang saya pakaipun bukan punya saya, tapi punya organisasi.

Jadi kesulitan apa yang anda hadapi dalam menulis? Pertama segera memulai, kedua percaya diri aja, ketiga gunakan handphone anda, dan keempat gunakan blog sebagai alat rekam yang ajaib. Keajaibannya tidak anda temukan sekarang, apalagi buat cari duit karena anda dililit hutang. Nantikan keajaibannya ketika anda telah menemukan resep atau obat dalam mengatasi kesulitan menulis. Hehehe, nanti omjay bahas dalam pertemuan kuliah online berikutnya.


Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia

Webinar "Kesiapan Sekolah Swasta Hadapi Covid-19"

Webinar "Kesiapan Sekolah Swasta Hadapi Covid-19"

Friday, June 5, 2020

Lulusan covid19 SMP Labschool Jakarta

Lulusan covid-19 SMP Labschool Jakarta

Selamat malam kawan-kawan. Saya tuliskan ini sambil menangis dalam kebahagiaan. Jumat, 5 Juni 2020 pukul 8.30-11.45 wib.

Hari ini kami melaksanakan acara pelepasan siswa kelas 9 SMP Labschool Jakarta. Sekaligus pengumuman kelulusan.

Kegiatan tak bisa seperti tahun lalu. Namun tak membuat kami miskin kreativitas. Kami bekerja mencari solusi di tengah wabah yang merajalela.


Wednesday, June 3, 2020

Mengolah PTK Jadi Buku

Semua guru pastinya terutama yang diwajibkan menulis biasanya bagi PNS untukmemenuhi naik pangkat. Susah susah gampang dalam menyusun atau menentukan latar belakang menentukan PTK. Itu modal atau titik awal yang menentukan PTK dapat dilakukan.



Lalu setelah membuat PTK dapatkah kita mendapatkan nilai PAK versi lain, ini terutama bagi PNS. selain artikel untuk dijurnalkan, dapat pula kita jadikan buku. Buku ini memiliki kebermanfaatan lain juga sebagai bahan literasi bacaan pendidik lain dalam melakukan PTKnya juga.

Banyak versi dan ciri khas setiap guru dalam menyusun PTK. saya menerima banyak naskah untuk diterbitkan dari penulis. dan tentunya saya tidak menerbitkan asal langsung cetak hasil PTK. tetapi mengubah terlebih dahulu selayaknya buku yang lebik oke penampakannya untuk dibaca, juga menarik.

Bagaimana caranya?.. ini versi saya akan saya bagikan,
ini misalkan contoh PTK sederhana saya tahun 2014..lalu bagaimana saya membukukannnya, bisa menjadi 2 versi.
saya mohon yang menerima materi ini tidak di publis di web..hanya untuk pribadi peserta di sini, karena saya pernah mendapatkan file peuyeum bandung saya di share di salah satu penerbitvterkenal tanpa meminta izin terlebih dahulu ke saya. dan saya blm menghubungi mereka.
ini buku versi ke 2 yang saya susun bagaimana menerbitkan buku PTK Kita

teman teman boleh menentukan, mau versi satu atau versi saya yang pernah saya buat. silahkan bebas memilih.

ini merupakann beberapa PTK dan Inobel maupunn best pract yang saya terbitkan menjadi buku, karya sahabat guru nasional.

ini juga, cara kita mengambil judul dari PTK saya simpelkan seperti ini
salah satunya buku Omjay, PTK yang telah lolos Inobel 2018. dan menjadi buku saya ubah versi penyusunannya, agar tidak seperti laporan Inobel atau PTK
karena banyak penulis yang blm mengubah PTK menjadi buku, saya lebih mengaahkan mereka mengubah versi buku terlebih dahulu.
Mungkin itu yang saya sampaikan , untuk pertanyaan silahkan disampaikan semoga bisa membantu penulis menyusun buku ya. dan saya masih belajar…mohon maaf bila salah dalam isi penyampaian.
iya, .. dalam mengubah PTK menjadi buku, penting sekali memperbannyak isi materi variabel bebasnya dari kata kunci judul buku kita. atau lebih memperluas isi bacaannya. tentunya berdasarkan sumber yang relevan.
atau kata kunci dari PTK kita.. banyak guru kebingungan mencari judul. kita gak usah bingung, ambil intinya saja buku kita jadi asik tuk dikembangkan menjadi buku bacaan juga.dari PTK kita
Saya M. H. Pahdi dr Banjarmasin
Apakah PTK yang dijadikan buku bisa bisa dari 2 orang guru yg bersama2 saat mlakukan PTK? Saat liat di panduan itu PTK sepertinya hanya sbagai pelengkap dalam Buku (sbg contoh saja). Apakah demikian?
trimakasih
Boleh dua orang. kan buku beda lagi nilainya dengan PTK. kita mengembangkan dari isi PTK kita lebih ke versi buku seperti yang saya share filenya. tidak masalah. tetapi kalau dalam pembagian angka kredit yang saya tahu. kalau yang menulis bukunya berdua pastinya dibagi dua untuk PAK.
Amannya 70 halaman. dan isi materi bahasan lebih diperbanyak jangan sesimpel PTK
Assalamualaikum bu hati. Senang sekali bisa kenal dengan sosok editor handal yg sudah menyunting beberapa ptk menjadi buku. Pertanyaan saya,
Bagaimana cara ibu bisa menjadi editor handal dan bisa membuat tulisan menjadi menarik untuk dibaca? apalagi dari ptk bisa berubah menjadi buku. keren sekali bu. Sukses terus ya bu. AAM NURHASANAH, LEBAK-BANTEN
terimakasih bu, saya masih belajar hanya membantu guru menerbitkan bukunya. Pastinya untuk mengubah buku menjadi PTK, saya banyak membaca buku best seller, bagaimana mereka menyajikan materi untuk menjadi sebuah buku. melihat tata letak sebuah buku agar lebih menarik dibaca.
juga menyediakan bacaan sumber lain. karena editor juga harus banyak membaca buku sumber relevan.
setiap buku bervariasi tentunya. ada yang sederhana menjadi luarbiasa dari PTK.
tergantung isi kontennPTK yang dibuat guru, dan kliknya ide kita mengembangkan.
Tetapi karena semakin banyak guru yang ingin dibantu mengubah PTK, saat ini saya menyerahkan kepenulis mengubah terlebih dahulu agar belajar juga membuat menjadi buku dari PTKnya.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
Fatlun Thaib
Dari Gorontalo
  1. Seberapa perlu pra siklus dalam PTK?
  2. Boleh saran; selain membuat resume materi apa bisa di bagikan tema tulisan. Agar peserta makin fokus menulis
wa'alaikumussalam bu..terkamakasih..
  1. saat saya menerima Researc Grant Seaqis… PTK kita bila satu siklus berhasil gpp.. kata Profesor penguji PTK saya tahun 2017 kan ada rencana kita persiapkan 2 siklus apabila tidak berhasil.
    dan PTK fokus ke inti permasalahan, misalkan tentang ke karakter, atau misal ke pemahaman. jangan banyak indikator ..
misal meningkatkan ketermpilan dan hasil belajar… tapi fokus ke salah satu, ke keterampilan.dan diperjelas dalam tindakan juga refleksi.
no 2 saya kurang pahamπŸ˜„πŸ™
perkenalkan supyanto dari kota bekasi group 8.
mohon penjelasan bagian2 mana saja dari batang tubuh ptk yang dibuang, dan bagian mana pula yang perlu tambah dari ptk supaya memenuhi syarat menjadi sebuah buku?
Terimakasih pak supyanto, salam kenal juga. yang dibuang yang bagian misalnya
  1. pendahuluan..bagian kata kata PTKnya…
  2. bagian yang ditambahkan di materi kata kunci PTK kita. misalkan judul implementasi Media stearofom pembelajaran Organisasi kehidupan untuk meningkatkan kreativitas
kita kembangkan tentang Media (Pengetian, manfaat, jenis), Pembelajaran (materi tentang belajar mengajar), Kreativitas (diberi pengertian dan lainnya)
Kita upayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi buku. bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing yang berbeda sesuai penggalaman dan bacaannya yang dia dapat.
semakin literatnya penulis akan semakin oke buku yang dia tulis.
Karena literasi rangkaian membaca, berpikir dan menulis.
Assalamualaikum selamat malam Bu hati,,saya noralia dari Semarang.
  1. Dari outline kedua versi buku PTK yang saya tangkap, apakah benar jika versi buku PTK itu lebih ditekankan pembahasan pada tinjauan pustaka dan hasil penelitiannya Bu?
  2. Data2 dan grafik yang didapat ketika penelitian apakah ikut dimasukkan ke dalam versi buku?
  3. Apakah hasil penelitian R&D bisa juga dijadikan sebuah buku ibu?
Mohon penjelasannya . terimakasih
Terimakasih bu Noralia dari kel 8.
  1. versi buku ke 2 itu PTK keseluruhan kita masukkan dalam buku. tapi diberi materi tentang PTK. seperti yang saya contohkan. itu pernah ditulis oleh Omjay dan saya juga.
  2. data grafik boleh dimasukkan..itu bukti telah diterapkan atau diaplikasikan di kelas, tidak masalah bu.
  3. R&D juga bisa banget, yang tadi dikembangkan itu bu.
Assalamualaikum
Bu Hati saya Santi Jayapura
Mau bertanya
1.Untuk PTK yg dijadikan buku, itu satu PTK saja atau harus kumpulan PTK?
  1. Apakah satu best Praktice juga bisa dijadikan buku
  2. Untuk dibuat jadi buku apakah harus diseminarkan?
  3. Sekarang sdh pembelajaran K 13
    Saya punya PTK tapi tahun sebelum K13 dan perrnah jd juara di even My Teacher My Hero
    Apakah boleh dibuat buku?
    Terimakasih
wa'alaikumussalam bu Santi:
1.kalau mau membuat versi penulisan 1 cara saya satu PTK saja. kalau mau versi dua bisa beri contoh PTK satu atau lebih. banyaknjuga yg menulis Kumpulan PTK. biasanya saya menuliskan pembuka dannisi materi sepintas tentang PTK.
2.satu best bisa jadi buku. sangat bisa dan dikembangkan oleh penulis juga.
  1. tidak usah diseminarkan tidak apa apa .
  2. bisa banget
    terimakasih bu.
Assalamualaikum
Saya eka lisdianty dari SMAN 1 Kawali Ciamis
Izin bertanya
1.Bu kan dalam ptk itu ada 3 siklus ya..bagaimana jiga di siklus akhir hasilnya mengalami penurunan?apakah PTK nya harus diulang atau itu juga bisa disebut dengan PTK?
  1. Apa kah ada yang salah dalam penentuan variabel nya apabila terjadi hal demikian?
    TerimakasihπŸ™
wa'alaikumussalam. terimakasih bu, Eka:
  1. kalau siklus dua meningkat sudah saja, kalau siklus akhir menurun lakukan refleksi dan tindakan lagi bu.
  2. Variabelnya jangan terlalu banyak.bisa aja kita tidak berhasil karena tidak fokus menilai setiap indikator dari variabel itu. fokus satu variabel dan mendalam pembahasannya bu. itulah namanya PTK.
maaf PTK saya yang di share itu banyak variabel. hanya contoh penyusunan saja. itu penelitian dulu 2014
Om Swastyastu Bu. Saya Mahayu dari Bali. Saya meminta saran, bagaimana caranya agar kita menerapkan suatu teori yang akan kita jadikan PTK menjadi efektif? Karena karakter belajar dan psikologi siswa dalam satu kelas sangat beragam? Terima kasih
terimakasih salam bu Mahayu.. agar efektif pastinya sesuai dengan tidnakannyang akan kita lakukan , jangan meluas bu. sesuainkata kunci judul PTK kita. .karena kalaubkita bahas mendalam materi itu malah meluas juga.
Jadi teori fokus ke kata kunci PTK kita
ibu cari bahasannya maubkarakter apa ke psikologi? salah satu saja bu
Assalamu 'alaikum bu hati,
Saya wiji (gelombang 8) - malang
Menarik sekali membuat ptk menjadi buku. Selama ini saya hanya berfikir hasil ptk dijadikan artikel jurnal.
Pertanyaan saya, dibagian buku yang manakah hasil2 penelitian ditulis (dimunculkan) ?
Terima kasih
wa'alaikumussalam.. terimakasih bu wiji..
Bagian yang diberikan tindakan, atau kata kunci PTK ibu.
Muh. Said
Makassar
Pertanyaan :
  1. Dalam penilaian Dupak sering PTK tidak dapat nilai dari Tim penilai. Dari pengalaman ibu apa kira- kira kekurangan sebzah PTK ?
  2. Jelaskan perbedaan PTK dgn Best Practice !
terimakasih pak Said
  1. sebzah itu apa… PTK kalau buku harus berbeda dari buku, kalau PTK mungkin ikuti sesuai peraturan di daerahnya masing- masing sebelum membuat PTK, kalau buat naik pangkat.
  2. PTK dan best pract sangat berbeda.
    PTK ada alur penelitian serangkaian observasi-rencana-tindakan-refleksi- juga bersiklus bila siklus satu tidak berhasil
best pract pengalaman terbaik dinkelas dengan sistematika tertentu yang lebih simpel.
laporan PTK dapat dijadikan best Practice, nmaun laporan best Pract tidak dapat dijadikan PTK. itu menurut saya
Selamat malam ibu Hati.
PTK yang telah dibuat, ketika akan di buat jadi buku, apakah dilakukan daur ulang pada kalimat-kalimat yang digunakan atau hanya dipermak pada sejumlah bagian? Kira-kira caranya seperti apa mengolah kalimat PTK menjadi kalimat buku?
Tks. Yulius Roma_Tana Toraja_Gel.8.
terimakasih pak yulius.
bebas terserah penulis, pokoknya harus beda dengan PTK yang kita ajukan buat PtK.. hehe
dari susunan .
mau lengkap atau tidak lengkap, bisa ikuti cara yang saya share bentuk pdf. minimal 70 halaman kertas a5 untuk menjadi buku.

mengolahnkalimat PTK..jangan ada kata kata laporan pTK dati pengantar atau di pembuka pada bmengolahnkalimat PTK..jangan ada kata kata laporan pTK dati pengantar atau di pembuka pada buku.

Kesimpulannya....

Agar KTI kita lebih  double manfaat, dibukukan lebih baik dan bisa dibaca oleh pendiidk lainnya, daripada berbagi file PTK kita,  dibukukan memiliki ISBN  dan menjadi karya kita tak lekang oleh waktu kebermanfaatannya.

Mungkin itu yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf bila banyak kekurangan. Jazakhmullahu khoiron katsiron.
Terimakasih banyak , semoga bermanfaat.


wassalamu'alaikum warrohmatullahi wabarokaatuh

Saturday, May 30, 2020

Satu Jam Bersama Iwan Syahril, Dirjen GTK Kemdikbud

Senang rasanya ketika saya bisa berkomunikasi langsung dengan pak Dirjen GTK Kemdikbud yang rendah hati. Beliau pernah menjadi guru dengan honor Rp.64.000. Pernah jadi guru di daerah 3T. Ayahnya juga seorang guru, sehingga darah guru mengalir dalam dirinya.
dirjen gtk kemdikbud
Awalnya saya kesal juga. Sebab ketika silahturahim secara online lewat Zoom, tidak bisa berkomunikasi langsung dengan beliau. Acara berlangsung dari pukul 11.30-13.30 wib. Banyak sekali perwakilan organisasi guru yang ingin bicara. Saya tak sempat kebagian bicara. Saya pasrah saja. Kalau sudah waktunya pasti akan bertemu juga. Kemudian saya hanya mengisi link ini saja https://bit.ly/3eAU9fn.
silahturahmi dirjen gtk kemdikbud
Perwakilan organisasi profesi guru sangat senang bersilaturahim dengan pak Dirjen yang rendah hati ini. Luar biasa Pak Dirjen. Kami sangat senang. Khususnya bapak berkali-kali menyebut keberagaman, sehingga kebijakan yang akan diambil bisa mengayomi semua pihak, dengan keberagaman tersebut. Juga mengutip dari tulisan Ki Hadjar Dewantoro. Mengingatkan kita satu Indonesia. Kalimat inilah yang ditulis oleh Ki Saur dari taman Siswa.
pesan kihajar dewantoro
Sebelum acara silahturahim, saya beranikan diri menghubungi beliau lewat WA, dan alhamdulillah diberi kesempatan wawancara dengan beliau pukul 19.00-20.00 WIB. Kegiatan beliau padat sekali hari ini lewat vicon. Alhamdulillah beliau memberikan balasan dengan tulisan di bawah ini.
Pak Wijaya, ini kutipan dalam tulisan saya yang perlu menjadi pegangan dalam diskusi nanti.

"Akhirnya, semua upaya peningkatan kualitas guru dan pemimpin sekolah haruslah berpijak pada prinsip bahwa semua guru yang mengabdi harus mendapatkan penghasilan yang layak. Tidak boleh ada guru yang mendapat gaji di bawah standar minimum yang layak. Untuk mengatasi ini selain dibutuhkan penyelesaian masalah guru honorer dan perencanaan formasi guru yang lebih baik, Kemendikbud perlu melakukan dialog intensif lintas kementerian untuk mencari solusi efektif untuk menjamin kesejahteraan semua guru."

"Menjadi guru harus menjadi sebuah kebanggaan. Guru adalah sebuah profesi yang mulia dan terhormat. Status sosial ekonomi guru semestinya sama dengan profesional lain karena peran guru sangat penting dalam pembangunan bangsa. Guru adalah inspirasi dalam menyikapi perkembangan zaman. Guru adalah roh pergerakan bangsa menggapai cita-citanya. Guru adalah agen perubahan karakter warga negara. Mari bersama-sama bergerak dan berjuang menuju terciptanya guru dan pemimpin sekolah Indonesia berkelas dunia!"
pesan presiden jokowi
Ngobrol bareng beliau malam ini seperti bertemu sahabat lama. Rupanya kami pernah jumpa beberapa kali di kemdikbud, dan ikut bergabung dalam milis group yang sama di email. Jadi sebenarnya kita sudah kenal lama. Tapi tak saling bertegur sapa secara langsung.
analogi WA
Banyak informasi saya dapatkan malam ini. Tentang harapan dan impian beliau untuk perbaikan kualitas dan kesejahteraan guru di Indonesia. Tentu perlu kerjasama antar kementrian seperti kementrian dalam negeri (pak Tito), kementrian pendayagunaan aparatur negara (pak Cahyo), kementerian keuangan (ibu Ani) dan kementrian terkait lainnya.
pesan presiden Jokowi
Satu jam bersama beliau seperti bertemu secara langsung di kantornya. Tak terasa pembicaraan kami mengerucut pada mencari solusi terbaik agar persoalan guru honor, guru tik dan persoalan lainnya dapat terselesaikan dengan baik. Saya merasa yakin satu persatu masalah guru bisa teratasi kalau kita mampu bergotong royong dan tolong menolong dalam kebaikan.
program GTK Kemdikbud
Jadi ingat komentar pak jajang di WA Group Forum silahturahim organisasi profesi guru. Beliau menuliskan singkat.

Guru itu…
Manusia biasa
Tugasnya luar biasa
Mencerdakan anak bangsa

profil pelajar pancasila
Semoga profil guru pancasila juga digagas oleh kemdikbud dan tidak hanya profil pelajar pancasila saja. Pak Sumardiansyah juga menuliskan di WA group tersebut.

Saya lihat perjuangan Om Jay secara revolusioner untuk TIK juga luar biasa. Itu juga jadi inspirasi kami berjuang mengembalikan jam mata pelajaran Sejarah Indonesia di SMK sebagaimana amanat Permendikbud 60 dan Permendikbud 37. Kita perlu mendorong persepsi yang sama mengenai Organisasi Profesi dan bagaimana kriteria serta kedudukannya secara jelas. Memang semua sdh tertera dalam UU. 20/2002, UU. 14/2005, PP. 19/2017, Permendikbud 15/2017 namun semua masih "mengambang" sehingga ada baiknya kita segenap Organisasi Profesi mendorong agar semua itu lebih diperjelas dalam bentuk regulasi-panduan yang jelas melalui Permendikbud, termasuk mengenai MGMP.
sekolah penggerak
Bapak Dudung Nurullah Koswara juga menuliskan di wa group yang sama, Tunjangan Profesi Guru (TPG) itu statis tak bisa berubah, apalagi ilang. Kompetensi dinamis, harus tumbuh. PGRI berjuang TPG untuk semua guru, Prof. Surya pahlawan TPG. Semoga beliau damai di surga. Amiiin ya Allah…
proses PPG yang semakin ketat
Saya juga mengirimkan tulisan Pak Dudung ketua PB PGRI ke WA pak Dirjen GTK, dan sebagian wawancara saya dengan beliau ada di dalam tulisan ini.
berpusat pada murid
Merdeka Belajar vs Tri Merdeka
Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Guru SMA Dan Ketua PB PGRI)


Tulisan ini dipersembahkan untuk Bapak Dirjen GTK, Iwan Syahril, Ph.D. Setelah membaca tulisan Beliau dan pemaparan pemikirannya di acara Forum Silaturahmi GTK Kemdikbud. Saya tak sempat berdialog langsung hanya menyapa awal saja. Forum silaturahmi Ditjen GTK dan entitas organisasi profesi guru ini dihadiri 34 perwakilan.
teknologi
Setelah narasi akademiknya disampaikan di kolom opini koran Kompas, Dirjen GTK Iwan Syahril memaparkan lebih jelas di acara Forum Silaturahmi GTK dan organisasi profesi. Apa yang disampaikan masih bervisi “Merdeka Belajar”. Sebuah upaya “memerdekakan” dunia pendidikan yang selama ini dianggap terbelenggu sistem birokratik.
pandemi covid-19
Saya setuju dengan visi merdeka belajar yang berhamba pada anak didik, namun merdeka belajar hanya akan sukses bila ditopang oleh tiga hal penting. Tiga hal penting ini Saya beri istilah “Tri Merdeka”. Apa Tri Merdeka? Tri Merdeka adalah jawaban dari tulisan dan paparan Iwan Syahril yang memotret guru apa adanya.

Iwan Syahril dalam paparannya sangat lugas berkesimpulan etitas guru masih harus terus meningkatkan kompetensi. Kontribusi guru pada peningkatan kemampuan anak didik tidak signifikan dengan jumlah kucuran trilyunan anggaran pada guru tersertifikasi. Ini sangat “pahit” dibaca para guru tapi bisa jadi kritik konstruktif.
dudung nurullah koswara
Selain lugasnya narasi yang disampaikan Pak Dirjen Iwan Syahril terkait modalitas entitas kemampuan guru, Saya pun coba kaitkan dengan realitas derita guru. Tulisan ini Saya sampaikan sebagai penyeimbang narasi dan paparan Iwan Syahril. Guru itu hakekatnya satu tubuh. Guru PNS, non PNS, guru tersertifikat dan yang belum, satu tubuh.

Apa yang Saya maksud “Tri Merdeka” adalah tiga hal yang harus merdeka dari entitas guru untuk menjawab kelemahan guru seperti apa yang disampaikan Iwan Syahril. Tri merdeka itu adalah : 1) guru harus merdeka finansial, 2) guru harus merdeka kompetensi dan 3) guru harus merdeka apresiasi.

Visi Merdeka Belajar hanya akan mudah diraih bila dibarengi dengan layanan “Tri Merdeka” guru. Selama masih ada ratusan ribu guru belum merdeka finansial, selama itu pula merdeka belajar akan lambat merayap. Betul guru yang sudah dapat TPG layak “dituntut” untuk menaikan kemampuan melayani anak didik.

Namun guru itu satu tubuh, jangan hanya dibahas yang tersertifikasi saja yang seolah-olah menghamburkan uang negara. Pemerintah lupa, guru honorer belum merdeka finansial. Dimana bila semua guru harus dibayar sesuai UURI No 14 Tahun 2005 dan UMR/UMK/UMP, maka pemerintah masih berutang banyak pada entitas guru.

Pemerintah punya utang puluhan tahun kepada guru (guru honorer), bila diakumulasi dan disesuaikan dengan UMR. Nominalnya adalah 800 ribu guru honorer kali Rp. 3 juta per orang, per bulan, kali 30 tahunan saja. Bayar dahulu ini, baru kemudian boleh dipermasalahkan guru tersertifikat yang kompetensinya “jalan ditempat”.

TPG itu baru dibayarkan sejak tahun 2006. Baru 14 tahun, itupun belum semua guru PNS dan swasta. Nah bagaimana dengan 30 tahunan sekitar 800 ribu guru honorer yang tidak mendapatkan UMR dari pemerintah (pusat dan daerah). Siapa yang mempertanggung jawabkan ini?
Guru yang finansialnya tidak merdeka seperti entitas guru honorer, sungguh kasihan. Gaji guru honorer misal hanya dapat gaji Rp. 300 ribu. Itu pun ada yang dibayarkan tiga bulan sesudah kerja. Ini masalah pertama terkait “Tri Merdeka” yakni merdeka finansial keseluruhan guru.

Terkait “Tri Merdeka” yang kedua adalah merdeka kompetensi. Kita sebagai guru sepakat guru harus merdeka kompetensi. Merdeka kompetensi artinya setiap guru wajib belajar sepanjang hayat dan terus belajar untuk meningkatkan layana lebih baik pada anak didik. Guru merdeka harus memerdekakan anak didiknya.

Faktanya di lapangan tidak semua guru tersertifikasi “jalan di tempat”. Ratusan ribu guru melanjutkan pendidikan S-2 bahkan ada yang doktor. Ribuan guru membuat buku. Ratusan guru menjadi guru berprestasi setiap tahun. Ratusan guru bahkan menjadi tokoh di masyarakat. Walau pun jumlahnya dianggap kecil, tapi ada gerakan “merangkak” menuju guru yang lebih baik.

“Tri Merdeka” ke tiga adalah merdeka apresiasi. Negara harus mampu mengapresiasi guru guru penggerak yang selama ini sudah tampil beda. Guru-guru terbaik di setiap sekolahan harus mendapatkan merdeka apresiasi. Misal mengapa tidak guru berprestasi dan guru penggerak menerima kemudahan atau otomatis menjadi calon kepala sekolah.

Jangan sampai guru-guru penggerak, guru-guru berprestasi “tidak merdeka” karena ada kongkalingkong politik lokal. Merdeka apresiasi artinya setiap guru penggerak dan guru berprestasi terdata dengan baik dan disiapkan untuk menjadi pemimpin sekolahan. Dalam tulisan di opini Kompas, Iwan Syahril berharap lahir guru-guru penggerak.

Simpulannya visi “Merdek Belajar” hanya akan cepat tercapai dengan “Tri Merdeka” guru. Merdekakan semua guru terutama guru honorer secara finansial. Merdekakan guru secara kompetensi agar lebih mudah belajar menaikan kompetensi. Jangan teralalu diribetkan dengan administrasi.

Agar guru merdeka secara kompetensi maka jumlah jam mengajar guru harus dikurangi. KBM 24 jam tatap muka terlalu menyita waktu. Guru harus punya banyak waktu untuk belajar. Bila guru harus selalu 24 jam KBM tatap muka, sama dengan mengkondisikan guru jadi tukang ngajar, mekanis banget. Harusnya guru pun menjadi tukang belajar.

Terakhir merdeka apresiasi, jadikan setiap guru penggerak, guru pengurus organisasi profesi dan guru berprestasi lainnya mendapatkan tempat terbaik. Politisasi dan debirokrasi guru harus hilang. Guru terbaik harus menemukan kejayaan karirnya jangan terbelenggu karena politik dan birokrasi jumud.

Dalam Wa group, pak Fathur juga menuliskan liputannya hari ini di

Semakin malam perbincangan kami semakin seru. Pengumuman program organisasi guru penggerak juga sedang dikerjakan oleh tim independen. Sehingga kemdikbud tinggal mengumumkan saja. Pembicaraan tentang sekolah di luar negeri, juga menjadi salah satu contoh yang kami bicarakan.




Satu jam bersama pak Iwan Syahril malam ini membuat saya semakin bersemangat untuk menjadi guru penggerak. Hal itu harus saya mulai dari diri saya sendiri dulu, baru kemudian menggerakkan orang lain.
Terima kasih banyak pak Dirjen atas waktunya. Keberagamaan kita menjadi energi besar jika kita saling bergandengan, bersinergi dan bekerjasama. Semoga kita bisa berjumpa di dunia nyata. Aamiin.
Berikut ini undangan dari Himpaudi sebagai berikut:
PP HIMPAUDI mengundang Bpk/Ibu pd Acara DEDIKASI CINTA HIMPAUDI
Keg Halal Bihalal, Lahir Pancasila & WEBINAR PAUD Kreatif & Bijak di Era Pandemik dan Persiapan New Normal di PAUD
Hari SENIN, 1 Juni, 2020 Jam 08:00 WIB
Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/6710112419?pwd=eG9kdmk4dXNkU29tcGNYTjF1SjE5dz09
Meeting ID: 671 011 2419
Password: JAYA
Bagi yg tidak bisa masuk Zoom Meeting mohon bergabung di πŸ‘‡
Live Streaming Youtube
http://s.id/livehalalbihalalhimpaudi
Demikianlah cerita omjay hari ini. Semoga bermanfaat buat para pembaca setia blog omjay. Aamiin.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia

bl;og http://wijayalabs.com