Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog
KSGN

Thursday, April 2, 2026

Nurut Apa Kata Mamah

Judul: Nurut Kata Mamah, Omjay Menuai Sehat: Nikmat yang Tak Ternilai Harganya

Ada satu nasihat sederhana yang sering kita dengar sejak kecil, namun kerap kita abaikan saat dewasa: “Dengar kata orang tua, itu untuk kebaikanmu.” Nasihat itulah yang akhirnya benar-benar dirasakan oleh Omjay, yang memilih untuk menuruti kata mamah—dan hasilnya sungguh luar biasa.

Di tengah kesibukan sebagai guru, penulis, dan pegiat literasi, Omjay hampir saja lupa satu hal penting: menjaga kesehatan diri sendiri. Aktivitas yang padat, jadwal yang tidak kenal waktu, serta pola makan yang kadang tidak teratur, perlahan menjadi kebiasaan yang dianggap “biasa saja”. Padahal, tubuh tidak pernah berbohong.

Suatu hari, mamah dengan penuh kasih mengingatkan, “Coba cek kesehatan, Nak. Jangan tunggu sakit.” Kalimat itu sederhana, tapi mengandung makna yang dalam. Awalnya, seperti kebanyakan anak, Omjay sempat menunda. Ada saja alasan: sibuk, belum sempat, merasa baik-baik saja.

Namun, karena cinta seorang ibu tak pernah berhenti mengingatkan, akhirnya Omjay pun menurut. Dengan langkah sederhana, beliau memutuskan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap.

Dan hasilnya?

Alhamdulillah… semuanya normal.

Gula darah dalam batas wajar.
Tensi stabil.
Kolesterol terkendali.
Asam urat pun aman.

Sebuah kabar yang mungkin terdengar biasa, tetapi sesungguhnya adalah nikmat luar biasa. Di saat banyak orang harus berjuang melawan berbagai penyakit, Omjay justru mendapatkan kabar baik: tubuhnya masih bersahabat, masih bisa diajak bekerja sama, masih sehat.

Di situlah Omjay benar-benar tersadar…

Sehat itu mahal. Sangat mahal.

Banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan setelah jatuh sakit. Saat tubuh mulai melemah, aktivitas terganggu, bahkan kebahagiaan pun terasa berkurang. Padahal, selama sehat, kita sering lupa bersyukur.

Omjay merasakan betul bagaimana lega dan bahagianya mendengar hasil pemeriksaan tersebut. Bukan sekadar angka normal di kertas medis, tetapi itu adalah tanda bahwa selama ini masih ada penjagaan dari Allah SWT atas tubuh yang diamanahkan.

Dan semua itu berawal dari satu hal: menuruti nasihat mamah.

Ada kebijaksanaan yang sering tersembunyi dalam nasihat orang tua. Mereka mungkin tidak selalu berbicara panjang, tetapi setiap kata yang keluar selalu penuh doa dan pengalaman hidup. Mamah tidak hanya menyuruh cek kesehatan, tetapi sebenarnya sedang mengingatkan pentingnya menjaga diri sebelum terlambat.

Dari pengalaman ini, Omjay mengambil pelajaran berharga:

Pertama, jangan menunggu sakit untuk peduli pada kesehatan. Pemeriksaan rutin bukan tanda kita lemah, tetapi bentuk kecerdasan dalam menjaga diri.

Kedua, dengarkan orang tua. Dalam setiap nasihat mereka, ada cinta yang tulus dan harapan agar kita hidup lebih baik.

Ketiga, syukuri nikmat sehat. Karena saat sehat, kita bisa berkarya, berbagi, mengajar, menulis, dan menginspirasi banyak orang.

Omjay pun kini semakin disiplin menjaga pola hidup. Mulai dari memperhatikan makanan, mengatur waktu istirahat, hingga berusaha tetap aktif bergerak. Semua dilakukan bukan karena takut sakit semata, tetapi karena ingin menjaga amanah tubuh yang diberikan oleh Sang Pencipta.

Ia juga mulai sering mengingatkan teman-temannya, para guru, dan para pembaca setianya:
“Jangan tunggu sakit baru sadar. Sehat itu investasi terbaik dalam hidup.”

Betapa banyak orang rela mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk berobat, tetapi lupa bahwa menjaga kesehatan sejak dini justru jauh lebih murah dan mudah.

Hari itu menjadi titik balik kecil dalam hidup Omjay. Sebuah momen sederhana, tetapi penuh makna. Dari sekadar “menurut kata mamah”, berubah menjadi kesadaran besar tentang arti hidup yang sesungguhnya.

Bahwa kebahagiaan bukan hanya tentang pencapaian, jabatan, atau karya, tetapi juga tentang tubuh yang sehat, hati yang tenang, dan hidup yang penuh rasa syukur.

Kalimat Penutup:

Nurut kata mamah mungkin terdengar sederhana, tetapi dari situlah Omjay belajar bahwa cinta orang tua adalah penjaga terbaik dalam hidup. Dan saat kesehatan masih kita miliki hari ini, jangan tunggu esok untuk bersyukur—karena sejatinya, hidup yang paling nikmat adalah hidup yang sehat.

Monday, June 5, 2023

pentingnya budaya menulis di kalangan guru

https://www.kompasiana.com/wijayalabs/55c79e8bc9373b8097c0eb8/menggalakkan-budaya-menulis-di-kalangan-guru

https://www.kompasiana.com/wijayalabs/565c79e8bc9373b8097c0eb8/menggalakkan-budaya-menulis-di-kalangan-guru

Thursday, May 11, 2023

belajar menjadi guru blogger

Kamis, 11 mei 2023 pukul 15.30-17.00 wib kami belajar membuat blog. Omjay diminta menjadi narasumber dalam kegiatan ini.

https://youtu.be/64y9E53wT3Y

Alhamdulillah pelatihan menulis di blog dihadiri 176 orang anggota PGRI.

Tema kegiatan adalah menjadi guru blogger dalam rangkaian kegiatan tadarus edukatif APKS PGRI.

Siapa yang mau jadi blogger? Bisa nonton siaran ulangnya di YouTube.

Tuesday, September 13, 2022

janji manis Nadiem Makarim

RUU Sisdiknas dibuat untuk mensejahterakan guru Indonesia. Itulah janji manis Nadiem Makarim.

https://www.kompasiana.com/wijayalabs/632007504addee188446d6e5/janji-manis-nadiem-makarim

Mohon komentarnya di Kompasiana.