Friday, April 10, 2020
membangun personal branding: Menulis Tentang Momen Spesial Kala Mengajar bersam...
membangun personal branding: Menulis Tentang Momen Spesial Kala Mengajar bersam...: Belajar Menulis Gelombang 4 Pertemuan 16 : Jumat, 3 April 2020 Waktu : Pukul 19.00 – 21.00 WIB ...
Menulis Tentang Momen Spesial Kala Mengajar bersama Munif Chatib
Belajar Menulis Gelombang 4
Pertemuan 16 : Jumat, 3 April
2020
Waktu :
Pukul 19.00 – 21.00 WIB
Pemateri :
Bpk. Munif Chatib
Topik :
Menulis Tentang Momen Spesial Kala Mengajar
Tanya jawab Dasar Menulis Bersama Imam rahmadi
Semalam kami kuliah online bersama Imam Fitri Rahmadi langsung dari negara Austria.
Diantara pertanyaan penting dari peserta :
1. Dari 5 memori jangka panjang,mana yang paling bagus untuk kita tulis?
Jawaban : sebenarnya bukan mana yang paling mudah untuk ditulis, tapi mana kejadian yang sedang terjadi pada saat itu, saat nya terjadi momen spesial, semua bisa ditulis tergantung kejadiannya.
2. Bagaimana cara sederhana, tapi siswa dapat memahami dan dapat memperhatikan dengan jelas, akurat dan cepat?
Jawaban : kalau saya, yang terpenting itu ada pada awalnya, pendahuluannya harus keren, saya biasa sebut dengan APERSEPSI. jika apersepsi berhasil, BIASANYA siswa tertarik untuk belajar, sehingga kemungkinan besar paham. Yang kedua adalah bagian penutup juga harus keren, berupa kesimpulan tentang hikmah dari materi ajar. Ingat secara NEUROSAINS, awal dan akhir itu penting dan itu yg 80% tercatat diotak siswa kita. Ketika baru memilih metode yang STUDENT CENTER LEARNING.metode ini tempatnya ditengah.
Nurul Wahyuni, S.Pd.I
SMPN 1 kundur utara
Karimun, kepulauan riau
Wednesday, April 8, 2020
Kesadaran Menulis dan Menerbitkan Buku Bersama bang Tebbe
Nama saya Tubagus Salim, biasa dipanggil bang tebe.Untuk teman-teman yang ingin menyimak dan belajar konten penulisan bisa langsung cek IG saya di
Malam hari ini kita belajar materi pertama, saya akan langsung bagikan dan kita bisa langsung diskusi yah. kalau ada yang ingin ditanyakan silahkan bertanya.
Materi #1: Tentang kesadaran menulis dan menerbitkan buku.
Kenapa Kami Ingin Anda Menulis Buku, Minimal 1 buku seumur hidup? Teman-teman semuanya, punya impian gak bisa nulis buku sendiri? Yes pasti punya, makanya belajar dan join di grup ini.
Pertanyaan kedua, punya impian gak ingin sukses jadi penulis buku? Yes pastinya.Siapa juga orangnya yang gak ingin sukses apalagi sukses dengan karya, itu prestasi banget, iya kan?
Pertanyaan selanjutnya, apa yang harus dilakukan untuk menulis buku dan sukses jadi penulis?
Sebelum dijawab coba kita pahami baik-baik kondisi kita saat ini.
Sekarang zaman sosmed dan digital, kemudian udah banyak banget yang bisa nulis buku lalu diterbitkan, baik diterbitkan ke penerbit mayor ataupun self editing.
Intinya saat kamu ngeluarin buku, maka akan ada ratusan bahkan ribuan buku lain, banyak banget pokoknya saingan buku kamu, siap?
Apalagi saat ini, semua informasi bisa dengan bebas dicari, googling saja. Semua sudah banyak pakai aplikasi, bahkan saya atau Anda juga menggunakannya. Mudah, praktis, simpel dan ekonomis.
Kalau begitu masih penting gak nulis buku itu?
(ayo jawab dalam hati...)
Lalu, kalau saya udah nulis buku terus gak sukses gimana?
Buku saya gak rame dibaca, yang beli gak ada, saya juga gak popular. Intinya gak sukses. Padahal dari awal saya nulis ingin sukses.
Jika hal yang saya sampaikan di atas adalah kekhawatiran dan dilematias yang Anda rasakan untuk berkarir di dunia penulisan, maka materi ini akan membuat Anda makin kuat dan fokus menulis buku. Terlepas sukses atau enggak.
Karena kita sendiri harus memiliki definisi sukses masing-masing.
Begini....
1. Sukses adalah hasil atau akibat.
Akibat ditentukan oleh sebab. Sebab adalah proses yang harus dilakukan oleh kita.
Jika ingin sukses menjadi penulis maka lakukan sebab yang membuat Anda sukses menjadi penulis.
Syarat pertama bagaimana Anda bisa sukses menulis buku.
2. Sukses nulis buku berbeda dengan sukses dibilang lain. Atau profesi lain secara umum.
Saat Anda menulis buku, baik itu nulis cerita atau non-fiksi, intinya Anda menyampaikan pesan.
Pesan kebaikan dan manfaat yang dirasakan oleh pembaca buku Anda.
Yuk kita tengok para pendahulu, para ilmuwan, para ulama yang menghabiskan waktunya untuk menulis buku-buku pengetahuan.
Bayangkan saja, dengan alat sederhana yang mereka gunakan, hanya pena dan tinta saja. Gak seperti kita sekarang, nulis pakai laptop, hape canggih.
Kalau kita salah nulis tinggal didelete saya. Ingin memperbanyak tinggal cops.
Sementara para pendahulu kita alat tidak secanggih ini. Untuk nulisnya lama, dan kalau salah ya nulis ulang lagi dari awal. Gak bisa dihapus. Kertas masih menjadi barang yang langka dan mahal.
Kebayang gak susahnya jaman dulu ingin nulis satu buku saja. Sekarang bersyukurlah, nulis bisa pakai laptop canggih. Sayangnya alat canggih tidak dibarengi dengan semangat dan motivasi yang canggih pula. Kita nulis buku bisa berbulan-bulan, itupun lebih banyak yang gak selesai.
Kalau jaman dulu lama karena kendala alat. Sekarang lama karena kendala semangat.
Luar biasanya para ulama bukan nulis 1 buku, tapi berjilid-jilid buku. Wajar separuh hidup mereka dihabiskan untuk menulis buku. Tujuannya apa? Untuk sukses? Popular? Keuntungan? Bisa jadi. Tapi jelas bukan itu tujuan utamanya.
Gimana mau sukses jaman dulu belum ada penerbit yang akan mengumpulkan royalti untuk penulis. Mesin cetak buku belum ditemukan, mau memperbanyak tulisan harus ditulis ulang. Mau popular ya gak bisa, satu buku akan sangat lama sekali untuk tersebar. Bahkan setelah penulis meninggal belum tentu karya-karya popular.
Nah dari mereka kita bisa belajar arti kesungguhan dan semangat untuk berbagi. Saat Anda menulis buku pada dasarnya bukan untuk Anda, untuk generasi selanjutnya, untuk orang yang bahkan tidak kenal Anda tapi ia membaca pesan kebaikan dari Anda.
Hal yang lebih filosofis, menulis buku artinya Anda sendiri sedang menulis sejarah hidup Anda sendiri. Tahu gak apa yang membuat sebuah bangsa bisa lebih hebat dibandingkan bangsa lain?
Jawabannya kebanggaan akan sejarah. Ok gak usah jauh ngomong bangsa terlalu luas. Kita ngomongin keluarga deh. Apa yang membedakan suatu keluarga sukses dengan keluarga bisa saja? Ada yang tahu. Yah sama. Kebanggaan akan sejarah dari keluarga, kebanggaan karena menjadi salah satu keturunan dari keluarga hebat. Kenapa bangga karena keluarga itu punya sejarah.
Sekarang saya mau tanya, Anda kenal gak sama kakek dari kakek ayah Anda itu seperti apa? Rata-rata gak kenal. Gak tahu apa yang mereka lakukan, gak tahu apa yang mereka perjuangankan. Apa yang mereka lakukan. Impian apa yang sedang diperjuangkan. Kita gak tahu. Saya sendiri gak tahu. Kenapa? Karena mereka tidak meninggalkan warisan paling berharga yaitu buku, pengetahuan, kebijaksanaan.
Saya tidak mau itu terjadi untuk keturunan saya nanti. Saya ingin mereka mengenal saya, tahu dulu nenek moyangnya, orang tuanya sungguh-sungguh berjuang untuk mereka dan yang lebih penting mereka bangga menjadi keturunan saya. Maka dari itu saya menulis buku untuk mengenalkan diri saya kepada keturunan saya nanti agar mereka bangga.
Teman-teman semuanya sekarang sudah paham kenapa saya ingin Anda menulis buku? Soal sukses itu bonus. Biarkan saja, itu berkah yang bisa kita dapatkan dari kerja keras dan kebaikan. Menulis satu buku, bisa memperbaiki satu, dua atau beberapa generasi. Menulis buku membuat orang-orang yang kita sayang bangga menjadi bagian dari diri kita.
Sekarang jawab, apakah Anda semua siap menulis buku? Jika tidak siap silahkan tinggalkan grup ini. Jika siap kita akan belajar bagaimana menulis buku...Terlepas Anda mau nulis buku apa, novel, cerpen, puisi atau apapun. Silahkan!!! Inilah kesadaran paling penting untuk dipahami, agar minimal kita bisa menulis 1 buku saja seumur hidup.
Demikian materi #1. Materi pembukaan diskusi kita yang akan berlangsung selama 7 hari. Ok silahkan jika ingin bertanya. Grup saya serahkan kepada pak @Agung Pramono Wa. Kita sama sama berdiskusi dengan aturan yang ada.
Menulis Tanpa Ide bersama Budiman Hakim
Malam ini kita akan mendapatkan pencerahan dari mas @Budiman Hakim dan moderatornya omjay tunjuk pak @Bambang Purwanto Bandung. Kepada pak bambang omjay persilahkan memimpin kuliah online ini.
Mas Budiman kami undang untuk mengawali pertemuan malam ini. 
Ok, sambil menunggu Mas Budiman. Saya sapa peserta Gelombang 7, kakak kelas kita semua. Selamat menikmati pembelajaran malam ini.
Kepada Yth. Mas Budiman Kami persilahkan 


Assalamualaikum Warahmatullahi wabarokatuh. Selamat malam temen2 semua. Nama saya Budiman Hakim. Biasa dipanggil Om Bud. Orang periklanan manggil saya Om Bud. Anak-anak saya manggil saya Om Bud. Isteri saya manggil saya Om Bud. Bahkan mertua saya juga manggil saya Om Bud. Materi belum saya mulai tapi udah ada yang left 


Biasa Om Bud, getaran di Grup ini mwmang fantastis
Jadi kalian juga boleh manggil saya Om Bud kalo mau….Siap Om.
Biasa Om Bud, getaran di Grup ini mwmang fantastis
Malam ini saya diminta Om Jay untuk berbagi ilmu di sini. Bahkan Om Jay meminta saya secara spesifik untuk membawakan tema “MENULIS TANPA IDE”. Eh, ini saya langsung mulai atau perkenalan dulu, Pak Mod?
Om Bud, saya akan berikan kesempatan untuk memberikan materi. Selanjutnya bila sudah materi. Om Bud bisa memberikan kesempatan untuk pertanyaan
Silahkan Om Bud,
Silahkan Om Bud,
“MENULIS TANPA IDE” sebenernya adalah judul buku saya yang terbaru. Dan materi yang akan saya bawakan adalah salah satu bab yang terdapat dalam buku ini. Jadi otomatis judul materi kita adalah Menulis tanpa ide
Tentang narasumber :
Budiman Hakim mengawali karir sebagai copywriter di Advertising Agency, Leo Burnett, kemudian pindah ke Advertising Agency Ogilvy. Selanjuta membangun agency sendiri yang bernama MACS909 da menduduki jabatan sebagai Creative Advisor. Berbagai penghargaan banyak diraih baik itu di ajang festival periklanan lokal dan internasional. Sekarang ini Budiman Hakim lebih memfokuskan diri sebagai pengajar, baik itu di kampus, pengusaha UKM dan korporasi di Indonesia.
![]() |
| Budiman Hakim |
MENULIS TANPA IDE ? MANA BISA ? Yang saya tahu untuk menuliskan sesuatu itu ya harus punya ide, kalau tidak ada ide mana mungkin akan muncul sebuah tulisan begitu saja. Nah dalam pertemuan ke-8 kali ini, narasumber akan memberikan ilmunya untuk kita semua tentang bagaimana menulis tanpa harus menunggu ide terlebih dulu.
Jadi penasaran nih,
Yuk ah kita simak pemaparan beliau.
Oiya jadi lupa nih, yang menjadi narasumber kali ini adalah Budiman Hamim tetapi beliau lebih dikenal dengan panggilan Om Bud.
Menurut Om Bud, Bagaimanakah kita menentukan sebuah tulisan itu menarik atau tidak? Mudah saja! Tulisan yang bagus adalah yang mampu menggugah EMOSI pembacanya.
Cara menilainya cuma dengan 1 pertanyaan: Apakah buku kita mampu membuat pembaca tertawa terbahak-bahak, apakah tulisan kita mampu membuat orang menangis ? Ketika seseorang dapat membuat orang menangis atau tertawa, maka di situlah saat tulisan kita mampu menggugah EMOSI pembacanya. Jadi menurut Om Bud, kata kuncinya adalah ‘EMOSI’.
Kesimpulannya adalah ketika kita menulis sebuah cerita, kita wajib memasukkan unsur EMOSI dalam cerita itu. Namun dalam pelaksanaannya ternyata tidak mudah. Ketika kita ingin menulis, seringkali kita gak punya ide. Orang-orang banyak yang mengistilahkan kondisi ini dengan writers’ block.
Untuk mengantispasi hal tersebut, menurut Om Bud ada dua hal yang bisa kita lakukan.
1. MEMANFAATKAN EMOSI.
Caranya sangat sederhana. Tuliskan semua perubahan EMOSI dalam kehidupan kita sehari-hari. Metode ini biasa saya sebut dengan CERPENTING. Singkatan dari Cerita Pendek Tidak Penting. Cerpenting adalah metode menuliskan peristiwa-peristiwa REMEH yang terjadi di sekeliling kita.
Meskipun ceritanya sepele tapi ternyata kita ketawa atau terharu atas peristiwa itu. Dengan kata lain emosi kita tergugah. Jadi tuliskanlah peristiwa tersebut. Perlu dipahami benar, ya, bahwa ceritanya harus benar-benar TIDAK PENTING. Kalo kalian menuliskan dilema diajak pacar untuk pindah agama maka itu cerita penting. Kalo kalian bercerita tentang anak yang terpengaruh temannya nyoba-nyoba narkoba maka itu cerita penting. Cerpenting haruslah cerita yang tidak penting itu sebabnya METODE LATIHAN MENULIS ini disebut cerpenting = Cerita Pendek Tidak Penting. Ceritanya bisa macem-macem. Cari cerita yang paling REMEH tapi bikin kita ketawa, marah, terharu, pokoknya semua rasa yang yang menggugah emosi kita.
Misalnya yang punya anak kecil pastinya sering ngakak ngeliat kelucuan anaknya. Iya kan?
Atau kita lagi naik motor terus keabisan bensin sementara kita juga lupa bawa duit karena gak sempet ke ATM. Udah jauh-jauh dorong motor pas sampe ternyata mesin ATMnya rusak. Ngeselin, kan? TULISKAN! Atau kalian mau cerita horor waktu dikejar-kejar oleh kecoa terbang? Pokoknya pengalaman remeh apapun yang kalian alami, selama itu menggugah emosi? TULISKAN! Terserah kalianlah apa yang mau ditulis.
Intinya apapun yang menggugah emosi? Tuliskan!
Menulis cerpenting memang menuliskan sesuatu yang TIDAK PENTING tapi manfaatnya SANGAT PENTING. Kenapa? Kalo kita bisa menggugah emosi pembaca dengan topik yang SANGAT SEPELE, apalagi kalo kita menuliskan hal yang SANGAT PENTING, pastinya bakalan jadi bagus banget Jika sudah terbiasa menulis cerpenting maka kita akan selalu mendapat pemicu untuk menulis. Ya pastilah, topik sepele aja kita mampu, kok. Itu pointnya. Gak usah mikirin apa gunanya tulisan itu. Anggap aja itu adalah latihan menulis yang menyenangkan. Kenapa menyenangkan? Karena kita mengalaminya sendiri dan terbukti menggugah emosi, jadi gak ada salahnya kita abadikan. Menulis itu persis kayak memasak. Supaya tambah enak, tambahkanlah bumbu-bumbu.
Berikut beberapa contoh cerpenting yang pernah beliau tulis.
CERPENTING #1
BACA BUKU LOMPAT-LOMPATSedang asyik makan Ifumi di sebuah resto kecil di Senayan City, tiba-tiba seorang perempuan datang mengagetkan saya.“Om Bud. Wah, kok bisa ketemu di sini kita,” kata Indri. Dia adalah temen saya di industri periklanan.“Hey, Indri. Pakabar lo?” tanya saya lalu cipika-cipiki dengannya.Dengan cuek Indri langsung bergabung di meja saya lalu berkata, “Om Bud, gue udah baca buku lo yang judulnya STORYTELLING. Bagus banget! Gue suka.”“Kok bisa bilang bagus? Emang lo udah abis bacanya?” tanya saya.“Belom, sih,” katanya, “Abis gue bacanya lompat-lompat.”Saya berhenti menyuap ifumi, memegang pundaknya lalu berkata, “Lain kali kalo baca buku, lo harus duduk. Kalo lompat-lompat ya susah nyelesainnya.”“HAHAHAHAHAHAHAHA….Gila lo!!!”
Coba perhatikan cerita sederhana ini. Sama sekali gak penting. Lucu, kan?
Menurut beliau lagi. kalo mau kekinian, cerita ini bisa kita bikin versi videonya. Maka jadilah konten menarik yang bisa kita posting di IG, Youtube dll. 😂
CERPENTING #2
PERCAKAPAN DI SEBUAH BAR
Saat itu saya sedang berada di sebuah kafe dan duduk di bar bersama Boni. Karena home band yang main gak bagus, akhirnya kami memutuskan untuk ngobrol aja ngediskusiin band-band yang kami suka.
“Eh, Bon. Lo tau Superman is dead?” tanya saya.
Di luar dugaan Boni menjawab,
“Hah? Innalillahiiii….Kapaaan????” tanya Boni.
Hahahahahahaha…tentu saja saya ngakak abis mendengar omongannya. Silakan dibaca contoh cerpenting di atas Coba perhatikan cerpenting di atas. Gampang banget kalo mau dijadikan konten video. Luar biasa kan manfaat cerpenting? Jadi mulai sekarang, setiap kalian tergugah emosinya, langsung dicatat. Simpan di laptop. Kumpulkan dalam satu folder dan beri nama ‘SUMBER IDE’. Setiap kali kita butuh ide untuk menulis, kita tinggal buka folder itu. Inspiratif, kan? Kalo kita mau lebih peka terhadap apa yang terjadi pada kita sehari-hari, sebetulnya ada banyak yang bisa kita tuliskan menjadi cerpenting.
2. MEMANCING EMOSI
Metode yang kedua adalah memancing emosi. Dari emosi yang kita dapet bisa kita konversikan menjadi ide. Pernah kan kalian ngedenger orang ngomong, "Jangan tunggu kaya lalu baru berderma. Berdermalah dulu maka in shaa Allah kita akan menjadi kaya." Ada lagi yang kalimat yang mengatakan, "Jangan menunggu bahagia lalu baru tersenyum. Tersenyumlah maka kebahagiaan akan datang padamu." Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat motivasi dengan formulasi kalimat seperti di atas. Saking banyaknya sampe saya curiga bahwa formulasi kalimat tersebut adalah RAHASIA KEHIDUPAN. Kenapa demikian?
Karena sepanjang pengalaman sang narasumber dalam menulis, beliau menemukan RAHASIA cara menulis tanpa ide.
Dan setelah beliau coba menuliskan rahasianya, ternyata FORMULASInya persis sama dengan formulasi kalimat-kalimat motivasi di atas.
Bunyinya begini,
JANGAN MENUNGGU IDE DATANG LALU BARU MENULIS. MENULISLAH DULU MAKA IDE AKAN DATANG PADAMU."
Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa menulis kalo belom ada ide?
Sering kan kita ngedenger orang ngomong begini, 'Gue sih mau nulis tapi belom ada ide nih.' Nah, itu keliru. Itu salah. Salah besar!!!!
Perlu di tekankan bahwa:
IDE ITU GAK BOLEH DITUNGGU. IDE ITU HARUS DIPANCING.
Persoalannya, cara mancingnya gimana?
- Caranya begini: Coba perhatikan sekeliling kalian.
- Lalu tuliskan benda-benda yang kita tangkap melalui pancaindera.
- Kemudian gabungkan dan susun semua benda tadi menjadi satu kesatuan dalam beberapa kalimat.
- Dengan menuliskan apa yang ditemukan oleh pancaindera, tulisan tersebut akan berfungsi menjadi pemicu supaya ide datang.
Nah, metode menulis tanpa ide ini sudah beliau praktekkin bersama partner nya Asep Herna. (Dia seorang penulis juga). Om Bud yang menemukan metodenya dan Asep yang mempraktekkannya. Suatu hari Pak Asep mencoba memperaktekkan metode ini.
Pak Asep saat itu sedang berada di kamarnya dan berniat hendak menulis sesuatu. Tapi sayangnya Pak Asep idenya lagi mandeg. Pak Asep duduk di depan laptopnya yang sudah menyala dari tadi tapi masih saja kosong tanpa satu huruf pun di atasnya. Pak Asep memandang ke sekeliling kamar dan mengamati benda apa saja yang terdapat di kamarnya.
Setelah itu dia menuliskan benda-benda yang ditemukannya.
Benda-benda tersebut adalah :
- 1. PRINTER
- 2. KERTAS
- 3. DINDING
- 4. AC
- 5. JAM
- 6. LAPTOP
Dan beginilah hasilnya :
"PRINTER warna hitam di depanku menungguiku kaku, ditemani KERTAS-KERTAS kosong yang berserakan di sekitarnya. Aku lihat DINDING tampak pucat, barangkali kedinginan karena berjam-jam disembur AC yang begitu angkuh. JAM menunjukkan pukul 2 pagi. Tapi layar LAPTOPKU masih juga kosong. Dan hingga detik ini, tak satupun ide bergairah menghampiri."
Pak Asep telah membuat sebuah tulisan yg bagus hanya dengan mengandalkan matanya. Padahal diawal beliau merasa tidak memiliki ide. Jadi menurut Om Bud, meskipun kita merasa mentok tidak memiliki ide untuk dituliskan, seseunghnya kita masih mempunyai indera penciuman, pendengaran, pengecapan dan peraba sebagai device untuk bereksplorasi. Semua yang ditangkap panca indera sangat berpotensi untuk membuat tulisan pemancing ide.
Lanjut beliau, meskipun belom punya ide. Nyalakanlah laptop kalian. Duduk di depannya. Buka software WORDS. Taruh jemari kalian di atas tuts seakan-akan kalian sudah mendapat ide untuk ditulis.
Intinya adalah biasakan menulis dulu tanpa perlu menunggu ide datang. Cara menulis seperti itu adalah cara untuk memancing ide datang. Ketika ide sudah terjaring barulah kita kemas menjadi tulisan yang menarik.
Setelah dilihat Pak Asep ternyata bisa , kemudian beliau pun mempraktekkannya sendiri. Dipilihnya 6 benda yang tertangkap panca indranya. Dan 6 benda yang dipilihnya sebagai berikut :
Sepatu tua
Kasur
kulkas
Pintu
handuk
Pancuran
Dan tanpa butuh waktu lama, terciptalah tulisan sebagai berikut ini:
Brak! PINTU kamar tidur kudorong dengan kuat sehingga menimbulkan suara menggelegar. Aku terlalu capek sehingga langsung kubanting tubuhku di atas KASUR yang empuk. Kepalaku mau pecah rasanya karena letih.
“Aku benci sama kamu!!!” Tiba-tiba terdengar suara mengagetkanku..
Aku mencari suara tersebut ternyata datangnya dari SEPATU TUA yang sedang mojok di sudut kamar, di samping KULKAS.
“Kenapa kok benci?” tanyaku terheran-heran kok sepatu itu bisa berbicara.
“Sejak kau memiliki sepatu baru, kau tidak pernah peduli lagi padaku. I hate you!!”
Hah? Sepatu lamaku cemburu dan merasa dicampakkan. Aduh! Apakah aku sudah gila?
“I HATE YOU!!!!!!””” Dengan cepat aku berdiri meraih HANDUK lalu masuk ke kamar mandi. Barangkali guyuran air dingin dari PANCURAN bisa menyegarkan tubuh dan pikiranku. Bismillah….
Sebagai penyemangat, diakhir materi, beliau mengingatkan kepada kita semua bahwa Menulis itu sebuah proses. Menulis bukan skill yang bisa diperoleh dalam waktu semalam. Jadi kita memang harus berlatih.
Dilanjut dengan sesi tanya jawab yang cukup panjang juga. Pokoknya malam ini materinya seru banget dah. Semoga makin membakar semangat untuk menulis bahkan memiliki buku sendiri.
bisa juga dibaca di sini, https://wijayalabs.wordpress.com/2020/04/07/menulis-tanpa-ide-bersama-budiman-hakim/
Sunday, April 5, 2020
Inilah Proses Menulis dan Menerbitkan Buku ke Penerbit Mayor bersama Akbar Zainudin
Assalamualaikum,
Ini salah satu materi saya untuk penulisan buku. Silahkan klik, kunjungi link YouTube saya di bawah ini. Mohon dilihat dulu, sehingga lebih banyak interaksinya nanti.
Mohon dibantu untuk SHARE, LIKE & SUBSCRIBE agar manfaatnya lebih banyak.
Salam Man Jadda Wajada.
Akbar Zainudin
https://youtu.be/Pvq2dqyWNcQ
Sudah lihat dan nonton YouTube saya? Mohon yang belum. Silakan dilihat dulu ya. Materi saya ada di sana. Saya hanya akan menambahkan di sini sebagai pengantar diskusi lewat WA Group. Saya akan ngobrol tentang proses penulisan buku mulai dari ide sampai ke penerbit. Penekanan ada pada langkah menyerahkan naskah ke penerbit.
Subscribe to:
Posts (Atom)


