Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog
KSGN

Saturday, June 27, 2020

Pernahkah Anda Mengalami Sebagai Guru di Era pandemi Covid-19?



Selama proses School From Home beberapa saat lalu, setiap guru mapel memberikan tugas kepada siswa melalui wali kelas untuk diteruskan ke grup orang tua dan siswa. Penugasan dilaksanakan sesuai jadwal mapel yang sudah di rancang ulang khusus SFH yakni hanya 2 mapel per harinya. Siswa diberikan batas waktu pengumpulan tugas selambatnya pukul 21.00 WIB karena mempertimbangkan kondisi beberapa siswa yang tidak memiliki HP atau laptop serta harus menunggu orang tua pulang kerja untuk pembimbingannya.

Biasanya setiap guru memberikan sebuah video tutorial atau penjelasan mengenai materi yang akan dipelajari, lalu dilanjutkan dengan tugas yang dikumpulkan dalam bentuk data word, foto dan video untuk dikirimkan melalui Gmail atau Whatsapp guru mapel. Namun, ada pula beberapa guru yang menggunakan aplikasi Quizizz, Google Classroom, Youtube, namun sangat jarang para guru menggunakan Skype atau Zoom, dikarenakan tidak semua siswa bisa mengoperasikan aplikasi tersebut, khususnya siswa kelas 7 SMP dan juga keterbatasan perangkat yang mereka punya.

Setiap harinya, guru harus mengisi form dalam bentuk spreadsheet untuk melaporkan materi yang diajarkan, progress penugasan siswa dan bukti tugas atau hasil karya siswa. Alhamdulillah, SFH berjalan cukup baik hanya saja ada kendala-kendala yang kami coba rangkum mengingat SFH ini akan berjalan lagi di tahun pelajaran baru ini. 

Berikut kendala yang kami hadapi selama masa SFH :

Pertama,
Tidak semua siswa memiliki perangkat elektronik yang mumpuni dan dapat mengoperasikannya
dengan baik.

Kedua,

Ada saja siswa yang tidak mengumpulkan tugas baik karena alasan nomor 1 maupun kurangnya kontrol orang tua.

Ketiga,
Guru monoton dalam memberikan materi/penugasan sehingga siswa merasa jenuh dan agak terbebani.

Keempat,
Siswa tidak serius mengerjakan tugas bahkan ada yang mengerjakannya asal (tidak sesuai instruksi) dan menganggap "yang penting ngumpulin".

Kelima.   Guru sulit memberikan feedback kepada siswa. Setelah guru mengoreksi tugas mereka, guru memberikan feedback melalui email dan meminta mereka untuk memperbaiki jawaban yang masih kurang tepat, namun sedikit sekali dari mereka yang membalas email tersebut.

Demikian yang dapat kami gambarkan, terima kasih.

5 comments:

  1. Betul Om Jay, kami juga mengalami hal yg sama..

    ReplyDelete
  2. Betul Om pasti ada saja kelemahannya. Nggak punya kuota jadi alasan padahal bisa main game. mungkinitulah seninya mengajar era pandemi ya Om

    ReplyDelete