Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog
KSGN

Wednesday, August 5, 2020

Kisah Nyata: Kobarkan Terus Semangatmu Dalam Menulis

AYO KOBARKAN SEMANGATMU DALAM MENULIS.



Saya dijapri bu Kanjeng di WA. Ayo omjay kirimkan naskah untuk buku antologi kobaran semangat menulis. Saya belum tahu tema apa yang cocok untuk dituliskan. Daripada lama berpikir, saya tuliskan saja kisah nyata saya.



Pertama kali ngeblog setelah melihat pak Dedi Dwitagama asyik ngeblog di blog http://dedidwitagama.wordpress.com. Beliau seorang kepala sekolah berprestasi dan juga seorang trainer. Dari beliau saya belajar dan akhirnya memutuskan menjadi guru blogger hingga hari ini.



Tak terasa sudah 13 tahun saya menulis di blog. Kemarin wordpres mengirimkan ucapan selamat karena mampu komitmen untuk menulis di blog http://wijayalabs.wordpress.com. sebuah blog yang saya kelola dengan baik hingga saat ini. Bahkan lahir beberapa buku ber-ISBN dari hasil menulis di blog. Pokoknya surprise banget.



Bersama motivator pendidikan no.1, pak Namin AB Solihin kami mendirikan komunitas sejuta guru ngeblog. Kami menyingkatnya menjadi KSGN. Kami berharap ada sejuta guru mempunyai blog dan mengelolanya dengan baik. Kita bikin pelatihan blog dari kota ke kota, dari sekolah ke sekolah dngan biaya mandiri. Jadi benar-benar menjadi guru penggerak. Bukan guru penggerak seperti saat ini yang nantinya dapat fasilitas dari anggaran kemdikbud.



Dulu saya tak suka menulis. Saya lebih suka lisan daripada tulisan. Kemampuan saya dalam menulis lemah sekali. Saya tidak terbiasa menulis di media sosial apalagi di blog. Sampai kemudian pak Dedi dan pak Namin meyakinkan saya bahwa menulis di blog bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Bahkan pak Agus mengajari saya menjadi guru kreatif dalam menulis melalui blognya di http://.wordpress.com. Dari semangat merekalah saya mulai belajar menulis dan akhirnya menerbitkan buku.



Mulai bulan Januari 2020 saya mulai membuka kelas menulis gratis. Saya berharap semakin banyak guru bisa menulis dan menerbitkan bukunya. Anak pertama saya (intan) ikut memberikan dukungan dengan menjadi salah satu narasumbernya. Istri dan kakak ipar saya ajaka bergabung juga di dalam WA Group guru menulis.



Saya hubungi teman teman trainer yang baik hati. Alhamdulillah mereka mau berbagi. Ada 20 pertemuan yang saya rencanakan dengan 20 orang narasumber yang berbeda. Kemudian saya tambahkan 10 pertemuan untuk memotivasi para guru dalam menerbitkan buku.



Gayung bersambut. Ketua umum pengurus besar PGRI bersedia menandatangani sertifikat pelatihannya. Prof. Unifah Rosyidi dan pak Bambang Susetiyanto,ketua ikatan guru TIK PGRI siap menandatangani sertifikat 40 jam. Sehingga bisa digunakan kawan-kawan guru untuk menambah point kenaikan pangkat. Pak Firman membantu saya untuk membuat disain sertifikatnya. Mbak Tia dari sekretariat PGRI membantu saya dalam urusan tandatangan sertifikatnya. Alhamdulillah semua berjalan lancar.



Sekarang di bulan Agustus 2020, sudah semakin banyak guru yang bergabung. Namun masih sedikit guru yang mampu menerbitkan bukunya. Masih banyak yang niatnya harus diluruskan dahulu. Bukan sertifikatnya yang diburu tapi ilmu menulisnya dulu. Berulangkali saya ingatkan kawan-kawan guru supaya tak menjadi seorang pemburu.



Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Saya menyambut baik semangat kawan-kawan guru membuat buku keroyokan. Dengan begitu semangat menulis semakin berkobar. Kita menjadi semakin semangat dalam menulis. Sebab punya kawan kawan dan komunitas yang senang menulis. Bila setiap orang mengirimkan 2 lembar tulisannya, dan ada 50 orang yang bergabung, maka kita sudah punya 100 halaman yang siap dijadikan buku.



Saya belum pandai menulis kisah fantasi. Oleh karena itu saya terus belajar dan memompa diri. Ingin sekali menerbitkan buku fiksi. Punya buku novel yang diangkat dari kisah nyata seorang guru Blogger yang ingin bangsanya maju dengan literasi digital. Semoga saya bisa mengundang kembali Mas Ahmad Fuadi. Penulis buku novel negeri 5 menara yang best seller bukunya.



Menulis di blog jangan dianggap remeh temeh. Blog adalah alat rekam yang ajaib. Keajaibannya akan terasa setelah kita asyik menulis di blog. Ini pekerjaan yang sangat mengasyikkan. Sesuatu yang dulu tidak pernah saya duga akan melambungkan nama saya sebagai guru Blogger Indonesia. Guru yang senang berbagi ilmu lewat blog di internet.



Dari hasil menulis di blog, saya bisa berkeliling Indonesia. Saya menang berbagai ajang lomba blog. Semoga bisa semua Provinsi di Indonesia saya jelajahi. Dari kota ke kota menyebarkan virus menulis. Aamiin.



Saya tak bisa menulis panjang. Ini saja dulu kisah nyata saya. Kisah yang lain dapat anda baca di blog http://kompasiana.com/wijayalabs.



Asyiknya ngeblog telah membuat saya bertemu kawan kawan guru dari Aceh hingga Papua. Banyak kenal dengan guru guru hebat Indonesia. Sebagian dari mereka, saya minta keikhlasannya untuk berbagi ilmu dan pengalamannya di wa group belajar menulis Gratis.



Ayo kobarkan terus semangatmu dalam menulis. Jadikan blog sebagai tempat untuk belajar menulis setiap hari. Jadikan blog sebagai media pembelajaran online. Lalu perhatikan apa yang terjadi.





Salam Blogger persahabatan



Omjay, guru Blogger Indonesia

Blog http://wijayalabs.com

 

 


Tuliskan Apa yang Ada di Kepala

Tuliskan Apa yang ada di Kepala. 

Menarik sekali kuliah online yang disampaikan oleh Mr. Bams dari Bandung. Beliau guru TIK di SMP Taruna Bakti Bandung.

Apa yang dikatakannya semalam, menginspirasi saya pagi ini untuk menulis apa yang ada di kepala. 

Namun, sebelum saya menulis,  tiba tiba ada gangguan sakit perut. Terpaksalah saya menunaikan dulu kebutuhan buang air besar. Ini panggilan alam yang tak bisa dihindari. 

Setelah selesai tunaikan kewajiban, barulah saya mulai menulis kembali. Lagi lagi saya mulai menulis dari apa yang ada di kepala saya. 

Saya hanya kepikiran sebuah pertanyaan. Bagaimana membangun kebiasaan menulis melalui blog? 

Semalam saya mendapatkan jawabannya dari Mr. Bams dan pagi ini begitu banyak guru blogger yang menuliskannya. 

Setiap orang mempunyai bahan apa yang harus dituliskannya. Ibarat mau memasak makanan yang enak,  semua bahan masakan sudah ada di depan mata. Tinggal mengolahnya menjadi makanan yang lezat. 

Saya memulainya dengan menulis di wa seperti sekarang ini. Lebih mudah bagi saya menulis di wa daripada di aplikasi lain. 

Setelah saya menulis di wa,  maka saya menyalin semua tulisan ke blog yang ada di hp saya. Begitulah cara saya menulis dari apa yang ada di kepala sehingga tersimpan di sebuah alat rekam yang ajaib bernama blog. 

Mendapat rangsangan menulis dari Mr. Bams semalam membuat saya semakin berani menulis. Aktivitas keseharian membuat saya lebih mudah menulis dari apa yang sudah saya lakukan. Pengalaman hari ini menjadi catatan harian seorang guru blogger.

Pukul 06.50 wib sudah harus berada di kelas maya. Saya sudahi dulu cerita saya ini. Kelas 7F sudah menunggu untuk tadarusan dulu. Setelah itu kita belajar informatika yang menyenangkan. 

Pesan omjay singkat saja.  Menulislah dari apa yang anda sukai dan kuasai.  Sampai nanti ya! 


Salam blogger persahabatan

Omjay, Guru Blogger Indonesia 
Blog http://wijayalabs.com

kisah humor

Ini kisah humor 2 orang yang hidup bertetangga. Kisahnya lucu dan menggemaskan.

Jaya adalah tetangga Udin, dan udin adalah tetangga Jaya, rumah mereka berhadap hadapan hanya terpisah oleh jalan kampung didepan rumah, tapi mereka tak pernah rukun. Udin merasa, Jaya adalah saingannya.

Jika Jaya beli sepeda baru, Udin tidak mau kalah. Dia beli sepeda baru juga.

Menjelang lebaran kemarin, rumah Jaya dicat merah. Besoknya, Udin mengecat rumahnya dengan warna merah juga.

Dalam rangka merayakan HUT RI ke 75, Jaya memasang spanduk di depan rumah bertulisan, *"INDONESIA TETAP JAYA"*

Hati Udin panas. Dia bikin spanduk juga. Dia memasang spanduk juga dengan tulisan, *"INDONESIA TETAP UDIN"*

πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


MERDEKA...!!! 

✊✊✊✊✊
copas
Dari wa group alumni IKIP Jakarta 

Tuesday, August 4, 2020

kesiangan

Kesiangan

Pagi ini bangun kesiangan.  Biasanya sebelum subuh sudah bangun. Kali ini baru bangun pukul 05.00 wib. 

Saya langsung pergi ke kamar mandi.  Air dingin langsung menghantam tubuh yang tambun ini.  Seger sekali. 

Usai mandi langsung pakai seragam pramuka dan kemudian sholat subuh. Tak lupa berdoa agar hari ini lebih baik dari hari yang kemarin. 

Pukul 05.30 wib sudah siap di mobil untuk berangkat ke sekolah. Biasanya ada sarapan pagi dari istri tercinta. Tapi istri bangun kesiangan juga. Jadi belum sempat makan apa-apa. Hanya secangkir teh hangat yang sempat dinikmati. 

Saya baca wa group sekolah sambil memanaskan mobil. Ada info kalau hari ini belajar online hanya sampai jam ketiga. Pukul 09.00 wib semua siswa akan ikut kampanye dan pemilihan ketua OSIS SMP Labschool Jakarta.

Saya berpikir sejenak. Antara datang langsung ke sekolah atau tetap bekerja dari rumah. Saya cek google map. Perjalanan ke sekolah berwarna merah. Itu artinya jalan menuju ke Jakarta macet parah. Saya akan tiba di sekolah  pukul 06.30.wib.

Mobil saya berplat genap. Sekarang tanggal ganjil. Kalau saya paksakan berangkat, maka begitu turun dari tol, polisi dengan penuh senyuman akan menilang. Saya tak mau kena tilang lagi. Cukup sekali saja. 

Mobil saya parkir kembali ke garasi rumah.  Saya menyalakan laptop saja dari rumah. Pukul 06.50 wib sudah harus online di zoom kelas bersama anak anak di jam pertama. Kita biasanya tadarus dulu di jam itu sampai pukul 07.00 wib. 

Bangun kesiangan membuat jadwal berubah. Tinggal di Bekasi dan kerja di Jakarta yang masih zona merah. Tidak bisa santai dan pasrah. Hatipun menjadi gundah. Walaupun pagi sudah terlihat cerah. 

Salam Blogger persahabatan 

Omjay,  Guru Blogger Indonesia 
Blog http://wijayalabs.com

PODCAST OBRAR bersama Blogger Ternama Wijaya Kusuma (Om Jay)

ngobrol bareng omjay di zoom

https://youtu.be/2xWgUbgk4zQ

Monday, August 3, 2020

ketiduran

Ketiduran

Semalam saya ketiduran.  Langsung masuk ke dunia impian. 

Lelah sekali hari ini sampai lupa kalau wa group masih dikunci. 

Untunglah kami bekerja dalam sebuah tim yang solid.  Bu Aam Nurhasanah menjadi moderator dan bunda kanjeng menjadi narasumber di wa group belajar menulis gel. 15.

Seharian ikut test toefl di kampus UNJ membuat saya lelah. Apalagi setelah itu diminta membuat makalah untuk calon kepala sekolah. 

Menjadi pemimpin sekolah itu berat. Saya baca tugas kepala sekolah di permendikbud  nomor 6 tahun 2018. Saya bertanya dalam hati. Apakah saya bisa memimpin sekolah? 

Sedikit demi sedikit saya membuat slide presentasi makalah. Semoga dapat menjadi sumbangan pemikiran buat sekolah. 

Pagi ini saya terbangun dari mimpi. Langsung ambil wudhu dan sholat tahajud. Saya bertemu Allah di malam sunyi. 

Usai sholat saya baca satu persatu pesan di wa. Paling banyak pesan siswa. Mereka lapor sudah mengerjakan tugasnya. Saya langsung meluncur ke blog mereka. 

Bila mata lelah tidur adalah obatnya. Jangan dipaksa karena tubuh perlu istirahat dari dunia nyata. 

Pagi ini mulai beraktivitas kembali. Satu demi satu pesan wa  terbaca banyak sekali.  Tibalah menulis di wa group rumah virus literasi. 

Ketiduran membuat saya  instrospeksi diri. Jangan paksakan diri bila tubuh tak kuat lagi. Istirahat yang cukup adalah obat yang mujarab sekali. 

Sekelumit KALIMAT BIJAK 

Ψ§Ω„Ψ³َّΩ„Ψ§َΩ…ُ ΨΉَΩ„َيْΩƒُΩ…ْ وَΨ±َΨ­ْΩ…َΨ©ُ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ِ وَΨ¨َΨ±َΩƒَΨ§ΨͺΩ‡ُ

Orang yang tidur tidak akan tahu kalau dirinya sedang bermimpi kecuali setelah bangun, begitu juga orang yang lupa (lalai) akan akhirat tidak akan tahu kalau dirinya sedang menyia-nyiakan amal akhirat, kecuali setelah datangnya kematian. 
Ya Allah jangan jadikan kami orang-orang pelupa (lalai)”.
 (Syaikh Sami al-Musaithir) 

πŸπŸ„πŸŒ±πŸŒΏπŸ†”☘πŸ„πŸ


Salam Blogger Persahabatan

Omjay,  Guru Blogger Indonesia 
Blog http://wijayalabs.com