Kopdar di hotel aryaduta
Monday, August 31, 2020
bermalam di hotel aryaduta
Bermalam di Hotel Aryaduta Jakarta
Semalam menginap di hotel Aryaduta Jakarta. Letaknya di Jalan Prajurit Kko Usman dan Harun 44-48 Jakarta Pusat. Anda bisa kunjungi websitenya di www.aryaduta.com.
Saya bersyukur dapat menginap di hotel yang mewah dan megah ini. Dirjen GTK Kemdikbud mengundang para aktivis guru yang mewakili organisasi profesi guru.
Menginap di hotel Aryaduta Jakarta akhirnya terkabul. Dulu saya hanya melihatnya dari luar saja. Di lantai 16 saya menginap. Tepatnya di kamar 1624. Semua peserta diberikan kamar seorang diri. Mungkin supaya tidak tertular virus covid-19.
Virus ini memang semakin merajalela di Jakarta. Korbannya semakin bertambah saja. Kakak saya dan istri beserta anaknya positif covid-19. Mereka memilih isolasi mandiri di rumah. Semoga vaksinnya segera ada.
Nampaknya kita sudah harus bersahabat dengan virus ini. Penularan virusnya sangat cepat. Kita yang tertular tidak pernah menyadarinya. Setelah di tes swab barulah kita tahu kalau positif covid-19.
Bermalam sendiri di hotel ini membuat saya bersedih hati. Ada kabar menyedihkan hati. Kawan kuliah yang baik hati pergi meninggalkan dunia ini. Pak Wiji Purwanta orang baik sekali. Banyak sekali yang kehilangan atas kepergian beliau yang sangat bersahaja ini.
Beliau juga aktivis guru yang selalu memberi dan tak harap kembali. Allah memanggilnya di saat gelar doktor pendidikan akan disandangnya. Innalillahi wainnailaihi rojiun. Semoga diampuni semua dosanya.
Bermalam di hotel Aryaduta tidak membuat saya gembira. Kakak saya dan keluarganya semoga kembali sehat. Pak Wiji sahabat kami pergi dan tak akan kembali lagi. Saya banyak belajar dari beliau tentang cara memimpin organisasi.
Sambil menonton berita tv saya tuliskan ini. Belum ada berita yang menggembirakan hati. Semoga kita kembali happy dan bersatu melawan virus Corona ini. Presiden Jokowi berharap vaksin sudah bisa diproduksi di biofarma dan bisa memproduksi vaksin yang sudah teruji secara klinis.
Bermalam di hotel Aryaduta membuat saya melakukan refleksi diri. Apakah hidup saya sudah bermanfaat untuk negeri? Semua itu saya sadari belum seperti almarhum pak Wiji. Beliau adalah panutan kami dalam berorganisasi.
Semoga semua organisasi profesi guru bersatu untuk kemajuan negeri. Tujuan kita sama hanya caranya saja yang berbeda dalam mengelola organisasi. Semalam dari kementrian hukum dan ham sudah presentasi. Segera diurus akte notaris organisasi.
Masih teringat ketika saya dan kawan kawan membentuk organisasi guru TIK. Awalnya satu kemudian terpecah menjadi tiga. Masing-masing bertahan dengan argumentasinya. Semoga kami bisa bersatu kembali di hotel Aryaduta.
Bermalam di hotel Aryaduta membuat saya bertemu pak Fasli Jalal dan pak Iwan Syahril. Kedua orang ini memang luar biasa. Auranya dalam memimpin sangat terasa. Buat para aktivis guru pasti mengenal mereka, keduanya diberi amanah menjabat dirjen GTK. Pak Fasli yang pertama dan pak Iwan sekarang penggantinya.
Bermalam di hotel Aryaduta membuat saya melihat kota Jakarta di pagi hari. Sungai Ciliwung nampak mengalir tenang menuju ke laut luas tak bertepi. Sang mentari pagi mulai bersinar lagi. Gedung kementrian kelautan dan perikanan RI terlihat jelas dari kamar ini. Semoga saya dapat menuju cita cita yang pasti. Aamiin.
Salam Blogger persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Sunday, August 30, 2020
Ayo Mulai Menulis
Ayo Mulai Menulis dan terus menulis setiap hari. Dengan menulis akan banyak orang tahu siapa dirimu. Tentu saja akan ada kesulitan yang akan dialami.
Apa yang paling sulit dalam menulis? Hal yang paling sulit dalam menulis adalah memulai. Melawan kemalasan diri dalam menulis adalah yang sering terjadi pada diri.
Ketika kita sudah memulai, maka kata demi kata akan terangkai menjadi kalimat indah. Kita menjadi lebih percaya diri. Apalagi ketika sudah mulai menyapa pembaca di alinea pertama.
Begitulah kira-kira ketika kita mulai menulis. Mulailah dari alinea pertama. Ada saja larangan dari dalam diri untuk tidak mulai menulis. Oleh karenanya, lawanlah dirimu untuk menulis di alinea kedua, ketiga dan seterusnya.
Seperti kejadian hari ini. Setelah sholat tahajud biasanya saya sempatkan diri untuk menulis. Tapi rasa kantuk menghinggapi diri hingga tertidur dan dibangunkan istri.
Pagi hari ini mendapatkan puisi dan nasehat bagus sekali. Membuat saya merenung dalam hidup ini. Sementara tensi masih tetap tinggi.
Istri marah lagi. Sebab saya lupa meminum obatnya lagi. Tekanan darah masih tinggi. Sementara kegiatan hari ini sudah menanti.
Pekerjaan menulis hampir saja terlupakan. Untunglah ada yang mengingatkan. Seorang kawan baik tak lupa mengingatkan. Ayo mulai menulis hal-hal yang berkesan kawan.
Besok kita akan masuk bulan September yang ceria. Semoga semakin banyak orang bersuka cita. Kondisi ekonomi kita memang belum merata. Tapi yakinlah akan ada rezeki yang tak terduga.
Ayo mulai menulis bagaimanapun keadaan kita. Berbagi kebahagiaan kepada sesama. Tulislah dari apa yang kita bisa. Tak perlu tulisan ilmiah untuk berbagi cerita. Alamiah saja dan tunjukkan pada dunia bahwa engkau masih ada.
Baru saja rapat dewan guru di kelas maya. Senang lihat kawan sejawat sehat semuanya. Walaupun ada kabar duka. Salah seorang guru sakit terkena gejala typus katanya.
Ayo kita mulai menulis. Website gurupenggerakindonesia.com sudah kami sediakan untuk anda. Teruslah berbagi lewat tulisan anda. Mari kita berkarya di rumah guru Indonesia.
Salam Blogger persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com
Saturday, August 29, 2020
Menulis untuk Melupakan Penyakit
Menulis untuk Melupakan Penyakit.
Seorang sahabat menulis kisahnya setiap hari di facebook dan alhamdulillah sebentar lagi akan menjadi buku motivasi yang sangat bagus sekali.
Saya senang sekali melihat semangatnya dalam menulis. Kisah nyatanya membuat siapa saja akan termotivasi untuk bangkit melawan penyakit. Sebab biasanya kalau sedang sakit, banyak orang malam untuk menulis.
Menulis untuk melupakan sakit bukan perkara mudah. Ada kekuatan luar biasa dalam dirinya dan membuatnya mampu menaklukan dirinya sendiri. Perlu kesabaran dan ketekunan dalam menulis untuk melupakan sakit.
Bersyukurlah bila anda sehat. Sebab anda bisa menulis setiap hari. Dimana saja dan kapan saja anda bisa menulis. Kemudahan teknologi terkini memudahkannya. Banyak aplikasi baru dalam menulis. Bahkan suara andapun bisa berubah menjadi tulisan dengan aplikasi writer plus.
Menulis melupakan sakit adalah sebuah perjuangan dan tidak sembarang orang dapat melakukannya. Perlu kerja keras dan kerja cerdas agar tulisannya tuntas. Cang Ato sahabatku ini dapat membuktikannya dengan setiap hari menulis. Keikhlasannya dalam menulis untuk berbagi ilmu dan pengalamannya, membuat tulosannya sellau ramai dibaca orang lain.
Menulis untuk melupakan sakit harus anda lakukan sebagai terapi penyembuhan. Semua penyakit pasti ada obatnya. Menulis adalah salah satu obat mujarab bagi mereka yang sakit. Tulislah apa yang kamu rasakan. Lalu bagikan kepada khalayak ramai.
Menulis dengan cinta dan hati yang bersih harus dilakukan. Sebab itu modal utama dalam mempertemukan hati pembaca. Niatkan hanya memberi tak harap kembali. Jadilah sang surya yang selalu menyinari dunia.
Menulis untuk melupakan penyakit dapat menjadi terapi alami yang membuat penderitanya menjadi sehat kembali. Lewat ponsel pintar anda, semua uneg-uneg dapat ditulis dan menjadi senjata seorang penulis dalam menuangkan ide segar dalam pikirannya.
Ayo terus menulis. Lupakan penyakitmu. Tunjukkan kepada dunia bahwa engkau masih ada dan tetap memberikan kontribusi positif untuk saling memotivasi. Menulis adalah cara saya untuk berbagi kebahagiaan kepada pembaca.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com
Friday, August 28, 2020
Ayo Terus Menulis
Ayo Terus Menulis (ATM)
Selamat pagi semuanya. Semoga dalam keadaan sehat dan terus bermanfaat untuk umat. Selalu tersenyum setiap saat dan menjadi rahmat bagi semua.
Kali ini Omjay menulis yang ringan-ringan saja. Tidak terlalu banyak mikir dan apa adanya. Hanya ingin mengajak pembaca ayo terus menulis.
Semangat menulis memang harus digelorakan setiap hari. Supaya kita terbiasa menulis. Dengan begitu kita akan merasakan bahwa menulis adalah sebuah kebutuhan manusia. Sebab kodrat manusia adalah berinteraksi kepada sesama.
Ayo terus menulis adalah ajakan yang baik sekali dari Mr. Bams. Seorang guru hebat dari bumi Parahiyangan. Beliau banyak membantu Omjay dalam menyebarkan virus menulis di kalangan guru.
Saya sendiri awalnya tidak bisa menulis seperti ini. Saya orangnya pemalu. Tidak bisa ngomong di depan umum. Kalau dipaksa ngomong pasti lutut langsung bergetar. Akhirnya saya belajar bicara di depan umum dengan mengikuti acara pak Namin, beliau motivator pendidikan nomor satu di Indonesia.
Seorang kawan menyindir Omjay. Jangan cuma pinter ngomong, bisa nulis juga dong. Sindirannya bagus sekali dan membuat Omjay belajar menulis dan akhirnya bergabung di komunitas blogger kompasiana dan blogger Bekasi.
Seorang kawan di facebook mengingatkan pertemuan kami 10 tahun lalu. Setiap bulan kompasiana.com mempertemukan kami dalam acara diskusi blogger kompasiana.com. Alhamdulillah jadi kenal banyak teman baru.
Dari sanalah semangat menulis terus terjaga. Kata orang kalau mau wangi, berkumpullah sama pedagang minyak wangi. Jadi kalau mau bisa menulis ya bergabung saja dengan sesama penulis. Pasti semangat menulis akan terjaga.
Ayo terus menulis. Singkatannya ATM. Bisa juga jadi Amati, Tiru, Modifikasi. Pokoknya menulis sudah harus jadi kebiasaan kita setiap hari.
Ayo terus menulis. Mulailah menulis dari 3 alinea saja. Pembukaan, Isi, Penutup. Sederhana tapi dahsyat bila dipraktikkan setiap hari.
Semalam dapat kabar duka. Kakak ipar dinyatakan positif covid-19. Padahal tak ada gejala apapun. Orangnya sehat dan tidak tahu kalau terkena virus covid-19. Semalam ke Wisma Atlit disuruh pulang dan isolasi mandiri di rumah. Kamar sudah penuh dengan penderita covid-19.
Ayo terus menulis. Jaga keluarga kita dari penularan virus covid-19. Gunakan masker bila ingin keluar rumah dan taati aturan protokol kesehatan.
Ayo terus menulis dari apa yang kita lihat dan rasakan. Pagi hari sudah dapat tulisan bagus dari Mr. Emcho. Judulnya masa kritis, ujian integritas.
Memang sulit untuk tidak mencontek teman. Apalagi bagi mereka yang tidak mau belajar. Dapat soal susah sudah membuat kening berkerut. Menconyek adalah salah satu jalan untuk mendapatkan nilai terbaik.
Jadi ingat sewaktu belajar di sekolah dulu. Kami bekerjasama agar dapat nilai bagus. Alhamdulillah semua siswa dapat nilai terbaik. Guru kamipun memuji karena nilai kami bagus semua. Padahal semuanya hasil contekan. Guru pura pura tidak tahu kalau kami mencontek. Supaya kami belajar bahwa mencontek adalah pekerjaan yang membuat kami tidak jujur. Padahal kejujuran adalah kunci kesuksesan.
Sampai di sini dulu tulisan Omjay pagi ini. Segudang aktivitas hari ini telah menanti. Istripun nampak berseri-seri. Cantik sekali istriku di pagi ini.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com
Thursday, August 27, 2020
Berhentilah Menulis untuk Membaca
Berhentilah Menulis untuk Membaca.
Semoga anda sehat dan bisa membaca tulisan saya ini dengan hati. Supaya hati bertemu dengan hati, maka kita harus hati-hati membacanya.
Seringkali orang yang sudah kecanduan menulis, malas membaca tulisan orang lain. Padahal justru semakin banyak membaca, semakin banyak pula bahan acuan yang bisa dituliskan.
Berhentilah menulis untuk membaca. Kita ulang membaca tulisan kita lalu bandingkan dengan tulisan orang lain. Bila hasilnya kurang memuaskan, maka berhentilah menulis.
Anda perlu jalan-jalan sejenak melakukan relaksasi. Kemudian belilah beberapa buku. Dari situ anda akan menemukan bahan-bahan tulisan yang lebih berkualitas.
Ibarat memasak makanan enak, anda perlu mengumpulkan bahan-bahan masakan untuk membuat masakan anda enak dan lezat.
Begitu juga dalam menulis. Seringkali kita melupakan proses membaca. Penulis yang baik adalah pembaca yang rakus. Dia akan melahap habis setiap bacaan yang dibacanya.
Berhentilah menulis untuk membaca karya tulis orang lain. Kemudian lihat tulisanmu itu. Perbaiki dengan gaya bahasamu sendiri dan tersenyumlah membaca tulisanmu sendiri.
Sebelum menghargai tulisan orang lain, maka hargailah tulisanmu sendiri. Dengan cara membaca kembali tulisanmu, maka akan kau temukan kesalahan-kesalahan dalam menulis.
Seperti halnya seorang koki masakan. Dia akan berhenti memasak untuk mencicipi masakannya. Bila kurang lezat dan enak, maka bumbu masakan akan menjadi senjatanya. Kurang garam tambah garam. Kurang manis tambah gula. Kurang pedas tambah cabenya. Begitulah kira-kira membayangkannya.
Ketika seorang penulis berhenti menulis, maka membaca kembali tulisannya akan membuatnya menjadi editor hebat. Seorang editor yang baik lahir dari perasaan hati dalam talentanya merangkai kata.
Memang tidak mudah menjadi seorang editor. Perlu kesabaran tingkat dewa untuk merangkai kata menjadi lebih bermakna. Kalimat efektif dan mudah dipahami menjadi fokusnya dalam menulis.
Berhentilah menulis untuk membaca. Engkau akan tersenyum puas ketika tahu bahwa tulisanmu tersampaikan pesannya. Pembaca setiamu akan berterima kasih dengan cara memberikan komentar.
Mereka menuliskan komentarnya di dalam hatinya. Mereka berterima kasih kepadamu. Tak terlihat dengan kasat mata. Hanya bisa dilihat dengan hatimu. Itulah tanda hati bertemu dengan hati.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Blog http://wijayalabs.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
