Thursday, June 23, 2022
ayo pamerkan hasil karya siswa
Tuesday, March 22, 2022
manajemen waktu untuk guru di era digital
Tuesday, January 25, 2022
Semua Orang Bisa Menjadi Penulis Buku Best Seller
SEMUA ORANG BISA MENJADI PENULIS BUKU BEST SELLER
Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay)
Pagi ini saya membaca kembali buku “7 Jurus Jitu menulis buku best seller” karya Eni Setiati yang diterbitkan penerbit Andi Yogyakarta. Dalam kata pengantarnya, penulis buku menuliskan bahwa semua orang bisa menjadi penulis best seller.
Banyak orang memimpikan buku yang ditulisnya menjadi best seller dan dibeli oleh orang banyak. Bukunya terpajang di toko-toko buku ternama dan dapat dengan mudah dibeli secara online. Itulah impian yang semoga menjadi kenyataan bila kita memulainya dari sekarang.
Saya menjadi teringat ketika buku-buku saya terpajang di toko buku Gramedia Matraman Jakarta. Senang rasanya tulisan yang saya posting di blog dapat terajut menjadi buku. Bahkan yang membuat saya bangga, buku yang saya tulis itu berjejer atau bersanding dengan buku para penulis terkenal.
Supaya lebih menyemangati, saya membeli buku saya sendiri di toko buku tersebut, dan kemudian saya kirimkan ke berbagai sekolah yang membutuhkan buku yang saya tulis. Tak lupa saya menitipkan pesan untuk membuat resensi bukunya.
Alhamdulillah buku saya menjadi banyak dikenal karena para resensi buku ini. Mereka benar-benar membaca dan memberikan pengalamannya melumat habis buku yang saya tulis. Kekurangan dan kelebihan buku diungkap habis oleh mereka.
Setiap orang sebenarnya punya kesempatan untuk menjadi penulis buku best selller. Bukunya laku di manca negara. Asalkan isi bukunya menarik perhatian pembaca dan menginspirasi semua pembacanya untuk mengambil pelajaran penting dari buku tersebut.
Ada 7 langkah yang harus anda tempuh untuk menjadi penulis buku best seller versi Eni Setiati yaitu:
1. Ingin Menjadi Penulis Buku
2. Tekun Berlatih
3. Mulailah menulis!
4. Motivasi diri untuk Menulis
5. Pahami teknik penulisan buku
6. Kenali bahasa Penulisan Buku
7. Lakukan Riset menyeluruh
Menjadi penulis buku pada awalnya bukan cita-cita saya. Sebab saat itu saya mengira, pekerja menjadi penulis buku tidak menjadikan kita kaya. Ternyata saya keliru. Justru menjadi penulis itu membuat kita kaya akan kreativitas dan imajinasi. Dua hal itulah yang saya rasakan ketika terjun langsung dalam dunia kepenulisan yang begitu luas.
Saat teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat saat ini, setiap orang dapat dengan mudah menerbitkan sendiri bukunya. Mereka dapat dengan mudah memilih sendiri penerbit buku. Asalkan ada modal uang, buku bisa segera diterbitkan.
Antara penulis dan penerbit tidak perlu saling bertemu. Cukup berkomunikasi lewat internet, draft naskah buku dapat dikirimkan ke email penerbit. Setelah proses editing dan disain cover selesai, pihak penerbit akan menghubungi penulisnya.
Bila mereka saling sepakat, maka perjaian pun dibuat, dan penulis akan menikmati royalty buku dari penerbit mayor. Bila anda berhubungan dengan penerbit indie, kita sendiri yang harus kerja keras dan kerja cerdas memasarkan bukunya. Di sanalah jiwa enterpreneur atau jiwa kewirausahaan seorang penulis teruji. Perlu strategi jitu dalam memasarkan buku.
Saya sudah merasakan menerbitkan buku di penerbit besar dan penerbit kecil. Penerbit mayor dan penerbit indie sama sama punya peluang untuk menerbitkan buku best seller. Semua pilihan ada di tangan penulis. vSebab hidup ini adalah pilihan. Pilihlah penerbit yang bisa anda percaya.
Kepercayaan itu mahal di era disrupsi saat ini. Terkadang ada saja oknum penerbit dan penulis yang nakal. Kepercayaan itu akan tumbuh, kalau kita saling percaya dan saling membantu agar buku yang ditulis laku.
Penulis dan penerbit harus berkolaborasi dalam memasarkan buku agar menjadi buku best seller. Kita juga harus membantu para penulis lain agar bukunya laku. Kalau sudah begitu, maka kerjasama saling menguntungkan akan berlaku. Penulis dan penerbit sama-sama untung melulu. Mereka saling tersenyum bahagia dan berjabat tangan dalam menerbitkan buku selanjutnya yang sulit ditiru.
Semua orang bisa menulis dan semua orang bisa eksis bila dia tahu persis akan kemampuan dirinya. Semua itu akan terjadi bila mau berlatih menulis setiap hari. Seperti tulisan peserta belajar menulis bersama omjay dan kawan kawan berikut ini:
PISANG COKLAT
Jajanan yang satu ini diproduksi dari industri-industri rumahan atau orang Inggris bilang: Homemade/home industry. Tapi jangan remehkan tampilan ataupun rasanya karena sekalipun berasal dari industri rumahan, ia bisa “melenggang dan melanglang buana” hingga ke mancanegara. Banyak yang di eksport ke luar negeri. Jajanan itu adalah Pisang Coklat Rowosari dengan nama produk komersialnya, ROBANNA sebagai akronim dari Rowosari Banana. Anda bisa memesannya secara online.
Robana terbuat dari pisang sebagai bahan utama digoreng dengan balutan adonan tepung terigu, kemudian diberi aksen coklat sebagai perupa dan peletup rasa. Ada banyak rasa yang disediakan selain coklat, seperti: rasa keju, coklat keju, pedas, dan lain-lain. Anda dapat dipastikan bahwa semua rasa yang ditawarkan mendatangkan efek yang sama yaitu KETAGIHAN.
Gimana mendapatkannya? Tak perlu risau. Tanya saja ke Mr. Google alamat dan nomor teleponnya. Dia akan memberitahukan secara lengkap semua informasi yang Anda butuhkan sehubungan dengan Robanna, kudapan berdaya adiksi yang sangat kuat. Setelah dapat keterangan lengkap, bilang saja ke pelaku jasa pengiriman makanan atau orang biasa bilang go-food. Maka hanya dalam hitungan menit Robanna sudah “pasrah” di depan Anda.
Kemudian dengan sigap tapi sopan Anda tinggalkan Robanna sebentar untuk menyeduh teh atau kopi, boleh tubruk boleh instan. Robanna, teh atau kopi menjadi teman bersantai di rumah sambil mengerjakan “proyek” tantangan menulis tentang PISANG COKLAT yang diminta oleh sang motivator yang juga inspirator guru Indonesia, Mr. Wijaya Kusumah alias Omjay.
Yolis Djami
Tilong-Kupang, 11 April 2020 (pukul 20.00 wita)
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indoensia
Friday, January 14, 2022
Yuk Ikutan Acara Workshop Penyusunan Digital Learning dan Enterpreneurship
Ayoo Bpk Ibu segera bergabung untuk mengikuti Pelatihan Penyusunan Digital Learning dan Enterpreneurship Dalam Mewujudkan Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar dan Merdeka Finansial Pendidik serta Masyarakat Indonesia. Dengan biaya Rp 50.000,-
Link Pendaftaran :
https://bit.ly/Pendaftaranwebinardigitallearning_dan_entrepreneurship
Link Grup WA:
https://bit.ly/grupwebinarBGPI22
Beberapa fasilitas yang anda dapatkan:
1. Mendapat Info Seminar
2. E-Sertifikat 32 jam
3. Undangan Pelatihan
4. Materi Webinar
5. Surat Izin Mengikuti Pelatihan
6. Run Down Acara
7. Bergabung dalam grup WA
Setelah mengikuti kegiatan webinar, peserta diharapkan mampu:
1. Memahami cara membuat Karya Inovasi pembelajaran
2. Membuat Blog untuk pengajaran dan meningkatkan literasi Digital
3. Membuat You Tube pembelajaran
4. Mengoptimalkan Pembelajaran berbasis Digital
5. Peluang dan info tentang entrepreneurship
6. Memahami akses perbelanjaan dan pembayaran digital dalam perbankan
7. Bisa bergabung di Group WA inspirasi Bisnis.
Monday, December 27, 2021
Monday, November 22, 2021
Menjadi Guru Tangguh Di Masa Pandemi
Senen, 22 November 2021 pukul 16.30 wib saya meluncur ke hotel Novotel di daerah mangga dua Jakarta. Saya berangkat dari sekolah Labschool Jakarta dengan mengendarai mobil pribadi. Alhamdulillah jalanan sepi dan saya sampai hanya sekitar 25 menit dari Rawamangun Jakarta Timur menuju Mangga dua square Jakarta Utara. .
Senang rasanya bisa bertemu kawan kawan guru tangguh berhati cahaya. Mereka adalah para finalis lomba guru inspiratif dan kepala sekolah inspiratif tingkat nasional Kemdikbud. Mereka diundang ke Jakarta untuk menghadiri acara apresiasi guru dan tenaga kependidikan inspiratif Tahun 2021 di hotel Novotel Jakarta.
Pembukaan kegiatan apresiasi bagi guru dan kepala sekolah serta pengawas inspiratif yang diselenggarakan oleh direktorat guru pendidikan dasar dalam rangka hari guru nasional tahun 2021. Acara ini diikuti oleh 100 finalis dari 5 kategori. Temanya adalah bergerak dengan hati, pulihkan pendidikan.
Tahun lalu saya terpilih menjadi salah satu finalisnya. Tapi karena pandemi covid, semua kegiatannya dilaksanakan secara daring. Beruntunglah tahun ini bisa dilaksanakan secara luring sehingga kawan kawan finalis bisa diundang oleh Kemdikbud ke Jakarta untuk menerima penghargaan apresiasi guru dan tenaga kependidikan inspiratif tahun 2021. Tentu saja ada kebanggaan tersendiri ketika seorang guru diundang ke Jakarta dan menerima penghargaan langsung dari Mendikbud ristek.
Menjadi guru di masa pandemi tidak mudah. Perlu kerja keras dan kerja cerdas serta tuntas untuk menolak menyerah pada Corona. Butuh keikhlasan hati untuk bergerak dengan hati dalam memulihkan pendidikan. Kita harus mampu mengalahkan diri sendiri dari malas gerak dan malas bertindak. Kalau sudah seperti itu, guru hanya menjalankan rutinitas saja. Tak ada inovasi baru yang dilakukannya. Guru berada dalam zona nyaman yang tak membuat guru menjadi guru tangguh berhati cahaya. Guru yang pantang menyerah dari kondisi yang ada di depan mata.
Selama masa pandemi guru dipaksa untuk beradaptasi dengan hal hal baru yang dulu tak pernah ada. Pembelajaran yang awalnya tatap muka menjadi tatap Maya. Banyak masalah baru muncul. Dari ketiadaan teknologi sampai kondisi psikologi peserta didik yang sangat berbeda kondisinya. Guru bertemu dengan anak anak yang tidak mampu karena tidak memiliki gadget dan kuota internet.
Terjadi kesenjangan dalam pembelajaran di masa pandemi. Guru yang mengajar di sekolah yang orang tuanya serba ada, tidak mengalami banyak persoalan dalam pembelajaran online. Tapi guru yang berada di sekolah yang kondisi orang tuanya berada di kalangan bawah akan banyak menuai masalah. Semua itu harus dicarikan solusinya dan guru menolak menyerah kepada korona.
Salut dengan kawan kawan guru yang dapat mengatasi masalah tanpa masalah. Mereka menuliskan kisahnya dan membuatnya dalam video inspiratif yang diupload ke YouTube.
Banyak sekali video inspiratif yang bisa kita tonton dari kisah mereka. Para dewan juri dari Kemdikbud ristek tentu saja sangat selektif memilih 20 orang finalis dari 5 kategori yang dilombakan. Saya sangat memahami hal itu.
Sebab sahabat saya menjadi salah satu juri lomba tersebut. Mereka harus menjadi orang yang independen dan mampu mencari yang terbaik dari guru terbaik. Bahkan dari kepala sekolah dan pengawas terbaik.
Menjadi guru di masa pandemi tidaklah mudah. Guru di kota dan di desa mengalaminya. Masing-masing mengalami masalah yang berbeda beda. Guru di kota dengan berbagai kemudahan akses internet harus berpikir kreatif agar anak anak didiknya tidak terpapar pornografi dan permainan games di ponsel mereka. Guru di desa juga harus berpikir kreatif agar anak-anak didiknya yang tak punya ponsel dan akses internet tetap bisa belajar dan menemukan kebahagiaan belajar tanpa internet. Semua itu harus ditemukan guru masalah dan solusinya.
Guru yang inspiratif tentu akan menolak kalah dengan korona. Guru akan bangkit berdiri menyemangati anak didiknya. 1001 cara dicari dan akhirnya ditemukan solusinya. Senang dan bahagia ketika siswa atau murid menemukan pembelajaran yang menantang sekaligus menyenangkan. Seperti menonton film laskar pelangi yang menghebohkan itu. Karya Andrea Hirata dalam novelnya sungguh menginspirasi guru Indonesia.
Menjadi guru di masa pandemi memang tidak mudah. Tapi juga tidak susah kalau guru mau terus berusaha untuk belajar sepanjang hayat. Tak ada penghargaan atau apresiasi tanpa pengorbanan. Guru harus berkorban dan keluar dari zona nyaman. Guru harus mampu berubah dan beradaptasi dengan perubahan. Itulah yang kami lakukan di PGRI dengan membuka kelas online. Kita belajar dan berbagi ilmu kepada kawan kawan guru lainnya di seluruh Indonesia. Jarak yang jauh menjadi terasa dekat. Jauh di mata dekat di hati.
Menjadi guru di masa pandemi harus tahu diri. Guru punya banyak kelemahan sekaligus kekuatan. Bila kelemahan dan kekuatan itu bersatu dalam dirinya,maka akan berubah menjadi keunikan. Guru harus berani berubah di dunia digital yang terus berkembang cepat. Teknologi terbaru memang tidak bisa menggantikan guru. Namun, guru yang tak belajar teknologi baru, akan tertinggal dan ditinggalkan peserta didiknya.
Teruslah bergerak dengan hati untuk pulihkan pendidikan. Jadilah guru guru tangguh berhati cahaya di masa pandemi. Teruslah bergerak dan bergabung bersama kami di PGRI.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay Guru Blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com
Omjay (dokpri)
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Menjadi Guru Tangguh di Masa Pandemi", Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/619bf196c26b7775e375f002/menjadi-guru-tangguh-di-masa-pandemi
Kreator: Wijaya Kusumah
Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com